“Perangkat Desa Merasa Bonus Terpenting UU Desa Itu Dana Desa, padahal Bukan”

Kompas.com - 15/01/2019, 20:58 WIB
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani (kedua dari kiri foto) dalam diskusi di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (15/1/2019). Robertus Belarminus/Kompas.comStaf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani (kedua dari kiri foto) dalam diskusi di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (15/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani menyebut, perangkat desa dan warga masih menganggap hal terpenting dari Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, semata mengenai adanya pemberian dana desa dari pemerintah pusat.

Padahal, lanjut dia, jika memahami lebih jauh mengenai UU Desa, hal pentingnya justru mengenai adanya politik kedaulatan desa, di mana desa punya kewenangan mandiri dalam mengurus dan mengatur kebutuhannya.

Hal itu disampaikan Erani dalam diskusi terfokus bersama media bertajuk “Panel Rembuk Nasional untuk Kedaulatan Desa”, yang diselenggarakan Forum Desa Mandiri tanpa Korupsi dan Lembaga Daulat Desa, di Bentara Budaya Jakarta, di Jakarta, Selasa (15/1/2019).


Baca juga: Jokowi-JK Gelontorkan Rp 187,7 Triliun Dana Desa sejak 2014, Ini Realisasinya

“Para perangkat desa dan juga warga desa, sampai hari ini merasa bahwa bonus terpenting dari UU Desa itu dana desa, padahal bukan itu. Yang paling pokok, kalau mereka memahami dalam UU itu, adalah adanya politik kedaulatan desa, dalam bentuk kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan hak asal-usul,” kata Erani.

Kewenangan mandiri desa ini sekaligus mengubah pandangan lama bahwa pembangunan di desa hanya dapat dilakukan oleh pihak lain dari luar desa.

“Kalau dulu disebut ‘pembangunan di desa’. Tapi, dengan undang-undang ini, menjadi ‘pembangunan desa’,” ujar Erani.

Pemahaman penting lain mengenai UU Desa, lanjut dia, yakni mengenai adanya politik pembangunan desa dan politik literasi desa.

Dalam bayangan kebanyakan orang, lanjut Erani, politik pembanguan desa dinilai hanya berupa pembangunan infrastruktur semata.

“Padahal, perspektif mengenai pembangunan termasuk di desa, tentu lebih kaya ketimbang imajinasi yang semacam itu saja. Sehingga, di dalam UU Desa, di situ diuraikan dalam pasal dan ayat mengenai apa saja yang seharusnya dipahami mengenai pembangunan itu,” ujar dia.

Bahkan, dia menyebut, UU Desa juga berbicara mencakup aspek fundamental dari masa depan untuk desa, yakni soal tradisi, nilai-nilai, kebudayaan, lingkungan, dan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X