Tasikmalaya Tak Miliki Zona Pertambangan, tapi Galian C Bebas Beroperasi

Kompas.com - 09/01/2019, 16:19 WIB
Lokasi salah satu galian pasir ilegal di Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya, Selasa (8/1/2019) KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHALokasi salah satu galian pasir ilegal di Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya, Selasa (8/1/2019)

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Dinas PUPR Kota Tasikmalaya mengklaim wilayahnya selama ini tak memiliki zona pertambangan galian pasir di seluruh wilayahnya.

Namun, ada tiga kecamatan yang diperbolehkan melakukan kegiatan pertambangan dengan syarat bukan hutan lindung dan bukit resapan air.

"Kota Tasikmalaya sesuai tata ruang wilayahnya tak memiliki zona pertambangan. Tapi, ada tiga kecamatan yaitu Mangkubumi, Bungursari dan Indihiang, yang masuk kegiatan pertambangan dengan syarat," jelas Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Tasikmalaya, Nanan Sulaksana, di kantornya, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Galian C Ilegal di Kota Tasikmalaya Sebabkan Bencana Kekeringan Parah

Ditambahkan Nanan, maraknya galian pasir tanpa izin resmi di kecamatan tersebut tak disangkalnya. T

api, pihaknya saat ini tak memiliki kewenangan itu karena pertambangan merupakan kewenangan Provinsi Jawa Barat.

"Kalau bicara tata ruangnya, Kota Tasikmalaya itu hanya memiliki kegiatan pertambangan pasir skala kecil. Tidak ada wilayah yang diperbolehkan untuk zona tambang pasir sekala besar," tambah dia.

Adapun penentuan lokasi pertambangan di tiga kecamatan itu, perusahaan galian pasir harus lolos beberapa kajian-kajian lingkungan dan lainnya sebelumnya. Sehingga, tak bisa semena-mena menentukan lokasi tambang sesuai dengan keinginan para pengusaha.

"Harus ada kajian-kajian dulu saat kami akan memberikan surat keterangan Tata Ruang bagi perusahaan galian pasir sebagai syarat mengurus izin ke provinsi," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Maruf mengatakan, pihaknya akan menindak tegas para penambang pasir ilegal yang marak kembali beroperasi di kawasan Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari Kota Tasikmalaya.

Pihaknya pun mengakui kalau selama ini sudah mendapatkan informasi maraknya kembali eksploitasi bukit secara brutal oleh oknum pengusaha yang tak mengantongi izin pertambangan.

"Sudah kami dapatkan informasi tersebut (maraknya kembali galian C ilegal). Kami akan melaksanakan upaya tindakan hukum jika diketahui ada pelanggaran," jelas Febry di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (8/1/2019).

Kepolisian pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tak menjalankan pekerjaan yang melanggar hukum terkait pemanfaatan sumber daya alam.

Apalagi pekerjaannya sampai mencemari dan merusak lingkungan sekitar yang merugikan masyarakat tak berdosa.

"Sekarang sering terjadi bencana alam, longsor atau banjir. Apalagi kalau musim kemarau menyebabkan cepat kekeringan karena bukit sebagai resapan air habis dieksploitasi," tambahnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Hilang Saat Longsor di Tanah Datar, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berhimpitan

Regional
Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Cabuli Siswi SD dan Antarkan Pulang, Pelaku Terjatuh Kaget Lihat Ibu Korban Menunggu di Halaman

Regional
Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X