Ada Pemberhentian Massal Tenaga Honorer di Simalungun, Guru Honorer Aman

Kompas.com - 08/01/2019, 10:17 WIB
Ilustrasi seorang guru mengajar di salah satu sekolah. KOMPAS.com/SUKOCOIlustrasi seorang guru mengajar di salah satu sekolah.

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Sebanyak tak kurang dari 1.502 guru dengan status tenaga honorer luput dari pemberhentian massal ribuan tenaga honorer di Pemerintah Kabupaten Simalungun per Januari 2019. 

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Simalungun Bernhard Damanik mengatakan, pemberhentian tenaga honorer di Kabupaten Simalungun dilakukan karena faktor kemampuan keuangan pemerintah kabupaten (Pemkab) yang terbatas terhitung sejak 1 Januari 2019.

DPRD Simalungun menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun agar tidak memberhentikan para guru honorer mengingat kebutuhan guru yang masih cukup banyak di daerah tersebut.

"Benar sebanyak 1.502 guru honorer tidak diberhentikan demi kelancaran proses belajar mengajar," katanya, Senin (7/1/2019) sore.

Sementara kepada para tenaga honorer di unit kerja lainnya diberhentikan dengan alasan keterbatasan keuangan, meski pihaknya tetap meminta kebijakan itu dilakukan melalui kajian berdasarkan kebutuhan.

Baca juga: Ribuan Pegawai Honorer di Simalungun Diberhentikan, Pemkab Tak Mampu Bayar Gaji

Terlebih dengan sudah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomoe 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang memberikan ruang bagi tenaga honorer untuk bisa diangkat sebagai aparatur sipil negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama ini kita lihat pengadaan pegawai tidak berdasarkan kajian kebutuhan dalam mendukung kinerja pemerintahan," katanya.

Bernard lalu menyebutkan, pemberhentian para tenaga honorer cukup banyak terjadi di Dinas Kesehatan yakni sebanyak 995 orang, menyusul Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Penataan Ruang sebanyak 560 orang.

"Tenaga honorer petugas kebersihan di seluruh kecamatan juga sangat banyak diberhentikan. Jumlah pastinya saya kurang tahu persis," ungkap Bernhard.

Dampak

Terkait dampak pemberhentian terutama di Dinas Kesehatan, dia menyebut hal itu sebagai bentuk evaluasi terhadap tidak signifikannya pelayanan kesehatan dan tidak meningkatnya pertumbuhan warga yang berobat ke pusat kesehatan masyarakat.

"Dari sisi pelayanan kesehatan memang tidak linier dengan jumlah tenaga kesehatan honorer, maka pemberhentian itu bisa dilakukan," kata politisi Partai Nasdem tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Simalungun, Roni Rudyanto Butar-butar menyebut, sebanyak 560 tenaga honorer di unit kerjanya, hanya 150 yang bisa ditampung gajinya di APBD 2019.

"Selebihnya kita berhentikan karena keterbatasan keuangan daerah. Yang kita pertahankan tentu kita seleksi termasuk yang sudah masuk kategori K2," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.