Kasus Suami Bunuh Istri: Kesal Diomeli Soal Utang, Alasan TSO Cekik Nita Jong

Kompas.com - 04/01/2019, 11:42 WIB
Kapolres Subang AKBP M Joni tengah memeriksa kendaraan yang digunakan pelaku TSO (59) untuk membuang jasad istrinya Nita Jong (56) ke wilayah perkebunan Karet di Subang. Dok. HUMAS POLRES SUBANGKapolres Subang AKBP M Joni tengah memeriksa kendaraan yang digunakan pelaku TSO (59) untuk membuang jasad istrinya Nita Jong (56) ke wilayah perkebunan Karet di Subang.

BANDUNG, KOMPAS.com - Akhir tahun yang kelam bagi pasangan suami istri TSO dan Nita Jong asal Jakarta Barat.

Gara-gara banyak utang, TSO (58) sering diomeli istrinya, Nita Jong (56). Tak tahan dengan omelan sang istri, TSO yang kesal mencekik Nita Jong hingga tewas.

Penuturan TSO dipaparkan oleh Kapolres Subang AKBP M Joni melalui pesan singkatnya, Jumat (4/1/2019). 

"Karena diomelin istri terus, gara-gara banyak utang. Jadi pelaku kesal," kata AKBP M Joni. 


Baca juga: Nita Jong dan Suami yang Membunuhnya Disebut Hilang dalam Instagram Sang Anak

Eksekusi terhadap istrinya tersebut dilakukan TSO di kediamannya di Citra Garden Kalideres, Jakarta Barat, pada tanggal 31 Desember 2018 sekira pukul 16.00 WIB.

Pertengkaran berujung maut itu membuat TSO panik saat melihat isterinya tak bernafas. Bingung apa yang harus dilakukan, pelaku lantas membawa jasad Nita dan memasukannya ke dalam kendaraan miliknya.

Untuk menenangkan dirinya sambil berpikir, TSO membawa jenazah korban berkeliling ke tiga kota, Surabaya, Bandung dan Indramayu, selama tiga hari. 

Hingga akhirnya, TSO membuang jasad korban di sebuah perkebunan karet di Kabupaten Subang.

Baca juga: Usai Lakukan Pembunuhan, Suami Bawa Jenazah Istrinya Berkeliling 3 Kota

"Mobilnya saja sampai bau bangkai,"? kata Joni.

Namun TSO tak bisa lari dari perbuatannya, setelah jasad korban ditemukan warga pada Rabu (02/1/2019), polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Setelah jasad teridentifikasi, penyelidikan pun dilanjutkan ke pihak keluarga. Dari sini polisi mendapatkan petunjuk kuat dan nomor kontak pelaku dan korban.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Wali Kota Bandung Kenalkan Program Kang Pisman di Konferensi Internasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X