Kompas.com - 02/01/2019, 18:33 WIB
Lima pelaku pengeroyokan terhadap Briptu Yusuf yang menyerahkan diri ketika berada di sel tahanan Polres OKU Selatan, Rabu (2/1/2019). ISTIMEWALima pelaku pengeroyokan terhadap Briptu Yusuf yang menyerahkan diri ketika berada di sel tahanan Polres OKU Selatan, Rabu (2/1/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com  —Lima pelaku pengeroyokan terhadap Briptu Yusuf, anggota Brimob Detasemen C Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, telah menyerahkan diri ke Polres OKU Selatan, Rabu (2/1/2019).

Kelima pelaku tersebut menyerahkan diri setelah diantarkan pihak keluarga mereka ke Polres OKU Selatan usai mendapatkan imbauan keras dari Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinegara lantaran Briptu Yusuf tewas dengan cara yang sadis.

Kelima pelaku yang menyerahkan diri tersebut adalah Indo Saputra (22), warga Tebing Gading, Kabupaten OKU Selatan; Julius Hendra Yudi (38), warga Tebing Gading, Kabupaten OKU Selatan; Rudi Hartono (38), warga Kampung Minang, Kabupaten Oku Selatan; Fandi (38), warga Tebing Gading, Kabupaten OKU Selatan; dan Hartawan (40), warga Tebing Gading, Kabupaten OKU Selatan.

Sebelumnya, tiga tersangka telah ditangkap petugas, yakni Zen Oktono alias Zainal  (50) warga Tebing Gading, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan; Hafnizar alias Nizar (27 ) dan Yongki (21 ), warga Desa Sumber Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan.

Baca juga: 5 Fakta di Balik Tewasnya Briptu Yusuf di OKU, Dipicu Suara Knalpot hingga Polisi Masih Buru Lima Pelaku

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, delapan pelaku yang telah diamankan tersebut saat ini masih diperiksa di Polres OKU Selatan.

Mereka pun terancam dijerat dengan dua pasal berlapis, yakni 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan 351 KUHP tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Seseorang Tewas.

"Mereka ada peran masing-masing, sekarang masih diperiksa seluruh pelaku," kata Zulkarnain.

Motif tewasnya Briptu Yusuf tersebut dilatarbelakangi korban emosi lantaran tersangka Yongki memotong lajur kendaraannya sembari memainkan gas motor.

Setelah itu, korban langsung mengejar tersangka dan memukulnya menggunakan senjata api milik kepolisian hingga akhirnya tujuh tersangka yang lain mengeroyok korban hingga tewas.

Yusuf tewas dengan luka tusuk di bagian dada. Selain itu, korban pun terkena luka bacokan dibagian wajah oleh pelaku bernama Zen Oktono.

"Kejadian bermula salah paham antara korban dan pelaku karena menyalip kendaraan korban sembari mengegas motor, sehingga anggota emosi dan memukulnya menggunakan pistol. Tapi untuk proses hukum akan tetap ditegakkan karena ini menyangkut nama seseorang," ujarnya.

Kompas TV Polisi menggelar rekonstruksi pengeroyokan anggota TNI di Ciracas Jakarta Timur di Polda Metro Jaya. Rekonstruksi digelar untuk melihat kesesuaian keterangan saksi dan tersangka. Lima tersangka memerankan 20 adegan dalam rekonstruksi.Kasus pengeroyokan bermula dari teguran korban Kapten Komarudin karena tersangka HP memindahkan kendaraannya tanpa izin.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X