4.761 Pengungsi Tsunami Selat Sunda di Pandeglang Tersebar di 9 Kecamatan

Kompas.com - 24/12/2018, 11:17 WIB
Pengungsi korban tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Provinsi Banten. KOMPAS.com/ ACEP NAZMUDINPengungsi korban tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Provinsi Banten.

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Korban tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, hingga saat ini masih berada di pengungsian.

Mereka tersebar di sejumlah tempat, di antaranya wilayah kecamatan yang cukup jauh dari lokasi terdampak.

"Total warga yang mengungsi sebanyak 4.761, mereka ditempatkan di kantor kecamatan, kantor desa, sekolah dan stasiun radio seperti di Labuan," kata Bupati Pandeglang Irna Narulita melalui keterangan tertulis kepada media, Senin (24/12/2018).

Warga yang mengungsi tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Rinciannya, 2.500 pengungsi di kantor Kecamatan Angsana, 100 pengungsi di kantor Kecamatan Jiput, 100 pengungsi di kantor Kecamatan Pulosari dan 227 pengungsi di kantor Stasiun Radio Krakatau, Kecamatan Labuan.

Kemudian 100 pengungsi di kantor Kecamatan Cimanggu, 900 pengungsi di kantor Desa Cisaat di Kecamatan Sumur, 420 Pengungsi di Kantor Kecamatan Munjul, 250 Pengungsi di Kantor Kecamatan Patia dan 164 pengungsi di SD Teluk Lada 3 di Kecamatan Sabang.

Baca juga: BPBD Babel Kirim Personel ke Lokasi Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan

Irna memastikan, kebutuhan logistik untuk para pengungsi sudah disalurkan, seperti selimut, air bersih, baju, obat-obatan dan makanan pokok.

Kabupaten Pandeglang adalah wilayah yang paling parah tedampak bencana tsunami Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung dengan 8 kecamatan terdampak, meliputi Kecamatan Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Cimanggu, Pagelaran dan Sukaresmi.

Baca juga: Tim DVI Polda Jabar Bantu Identifikasi Korban Tsunami Selat Sunda

Di Kabupaten ini, hingga 24 Desember pukul 00.00, sudah terdata 167 korban meninggal dunia. Sementara korban luka 476 orang, hilang 222 orang. Tsunami juga menyebabkan 443 rumah di Pandeglang rusak. (Acep Nazmudin)

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Berusia 20 Bulan di Kupang Sembuh dari Covid-19

Bayi Berusia 20 Bulan di Kupang Sembuh dari Covid-19

Regional
Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Regional
Terduga Penganiaya Ojol di Pekanbaru Diamankan Polisi

Terduga Penganiaya Ojol di Pekanbaru Diamankan Polisi

Regional
Menyoal Lagu Yamko Rambe Yamko: Bukan Lagu Milik Orang Papua?

Menyoal Lagu Yamko Rambe Yamko: Bukan Lagu Milik Orang Papua?

Regional
Ratusan Ojol di Pekanbaru Rusak Rumah Terduga Penganiaya Rekannya

Ratusan Ojol di Pekanbaru Rusak Rumah Terduga Penganiaya Rekannya

Regional
Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Regional
Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Regional
Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X