Jalur Tengah Sumedang Rawan Longsor, Jalur Selatan Rawan Banjir 

Kompas.com - 20/12/2018, 11:25 WIB
Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo didampingi Dandim 0610/Sumedang. KOMPAS.com/AAM AMINULLAHKapolres Sumedang AKBP Hartoyo didampingi Dandim 0610/Sumedang.

SUMEDANG, KOMPAS.com - Jalur tengah Jawa Barat di wilayah Kabupaten Sumedang, tepatnya di sepanjang jalur Cadas Pangeran rawan longsor.

Sedangkan jalur selatan Jawa Barat menuju sejumlah obyek wisata seperti Garut hingga Pangandaran rawan tersendat macet oleh banjir di sekitar kawasan pabrik tekstile PT Kahatex.

Guna mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi di dua jalur rawan tersebut jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019, Polres Sumedang menyiagakan 527 personel.

Aparat kepolisian akan dibantu 250 personel TNI dari satuan Kodim 0610/Sumedang, Subdenpom Sumedang hingga seluruh ormas yang ada di wilayah Sumedang.

Baca juga: Tanggul Kali Cakung Bekasi Jebol, Warga Khawatir Jadi Rawan Banjir

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo mengatakan, untuk pengamanan libur Natal dan Tahun Baru di wilayah Sumedang, pihaknya siaga di jalur rawan kemacetan di wilayah rawan longsor Cadaspangeran dan lokasi rawan banjir di sekitar pabrik Kahatex.

"Untuk banjir di Kahatex mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Kemarin memang sempat banjir tapi karena sungai di sekitar Kahatex belum siap. Tapi dalam seminggu ini kami melihat, meskipun hujan terus-terusan terjadi tapi tidak lagi banjir di sana," ujarnya kepada Kompas.com usai memimpin Gelar Pasukan Ops Lilin Lodaya 2018 di Mapolres Sumedang, Kamis (20/12/2018).

Kapolres menuturkan, jika memang terjadi banjir saat libur Natal dan Tahun Baru 2019 tiba, pihaknya memastikan telah melakukan persiapan untuk mengantisipasinya.

"Kalau pun terjadi banjir lagi, kami pastikan dari kepolisian, TNI, Basarnas dan unsur terkait ada di sana (Kahatex) untuk penanganan banjir dan pengaturan lalu lintas agar tidak tersendat," tuturnya.

Kapolres menyebutkan, antisipasi lain telah disiapkan andai genangan banjir di sekitar lokasi PT Kahatex tidak memungkinkan untuk dilintasi kendaraan.

"Jika genangan banjir masih di batas 40 sentimeter, masih bisa dilewati. Kalau genangan banjir sampai 1 meter baru kami tutup, dan berlakukan rekayasa lalu lintas," sebutnya.

Kapolres menambahkan, rekayasa lalu lintas meliputi pengalihan jalur. Di mana, kendaraan dari arah Bandung akan dialihkan dari jalur Cileunyi, menuju Jatinangor dan masuk ke Jalan Simpang-Parakanmuncang, lalu tembus menuju Jalan Raya Bandung-Garut.

"Begitu pula dari arah sebaliknya, arus lalu lintas akan dialihkan dari jalur Jalan Simpang-Parakanmuncang menuju Jatinangor dan tembus ke Cileunyi," katanya.

Untuk mengantisipasi longsor di sekitar kawasan Cadas Pangeran, selain menyiapkan personel, Polres Sumedang juga akan menyiagakan alat berat di sekitar lokasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X