5 Fakta Sidang Tipikor Utut Adianto di Semarang, Akui Beri Rp 150 Juta hingga Kenal Bupati Non-aktif Tasdi

Kompas.com - 13/12/2018, 13:53 WIB
Wakil Ketua DPR Utut Adianto telah menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/9/2018). Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017-2018. DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comWakil Ketua DPR Utut Adianto telah menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (18/9/2018). Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017-2018.

KOMPAS.com — Grand Master Catur Utut Adianto akhirnya hadir dalam sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi Bupati Purbalingga Tasdi di Semarang, Jawa Tengah.

Sebagai saksi, Wakil Ketua DPR RI tersebut mengakui telah memberi uang Rp 150 juta kepada terdakwa Bupati Purbalingga non-aktif Tasdi.

Uang tersebut diduga diperuntukan bagi biaya pemenangan Ganjar Pranowo dalam Pilkada 2018. Utut pun mengaku uang tersebut adalah miliknya sendiri.


Inilah fakta di balik kasus suap yang diduga melibatkan Utut Adianto:

1. Utut sempat dua kali mangkir panggilan Jaksa

Utut Adianto bersumpah sebelum menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu  (12/12/2018)KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Utut Adianto bersumpah sebelum menjalani pemeriksaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/12/2018)

Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto akhirnya menghadiri sidang kasus korupsi yang melibatkan Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/12/2018).

Utut sempat dua kali "mangkir" dari pemanggilan jaksa untuk menjadi saksi. Alasan saat itu Utut sedang dinas di luar negeri, yakni di Turki dan Myanmar.

Utut akhirnya hadir saat pemanggilan ketiga. Mantan Ketua Fraksi PDI-P itu merupakan saksi terakhir yang didatangkan jaksa KPK.

Utut dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi kasus dugaan suap kepada Tasdi. Saat sumpah sebelum sidang dimulai, Utut mengaku mengenal dengan terdakwa, Tasdi.

"Kenal. Tidak ada (hubungan keluarga)," jawab Utut, dalam sidang.

Baca Juga: Sidang Kasus Suap Bupati Purbalingga, Utut Adianto Lagi-lagi Tak Hadir untuk Bersaksi

2. Utut akui telah memberi uang Rp 150 juta ke Tasdi

ilustrasi uang dalam amplop.Thinkstock ilustrasi uang dalam amplop.

Utut mengakui telah memberikan uang Rp 150 juta kepada Tasdi. Uang itu diberikan untuk tambahan modal pemenangan pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin di Pilgub Jateng 2018 lalu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Regional
Senyum Cerita Para Siswa SD , Walau Mereka Belajar Menggunakan Atap Terpal...

Senyum Cerita Para Siswa SD , Walau Mereka Belajar Menggunakan Atap Terpal...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X