Korban Selamat Peristiwa Nduga Papua: Kami Ingin Pulang, Kami Trauma...

Kompas.com - 11/12/2018, 20:01 WIB
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/aww.Iwan Adisaputra Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/aww.

WAMENA, KOMPAS.com - Pegawai PT Istaka Karya yang selamat dari penembakan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) di Puncak Kabo, Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, mengaku sampai saat ini belum diperhatikan oleh pihak perusahaan.

Salah satu korban selamat, Jimmi Rajagukguk (Aritonang) kepada Kompas.com, mengaku masih mengalami trauma berat atas apa yang ia alami saat kelompok KKB menangkap dan mengeksekusi teman-temannya.

“Kini keberadaan kami berada di salah satu hotel di Kabupaten Jayapura, yang sebelumnya kami menginap di Kota Jayapura. Kami di sini 3 orang korban selamat dan 1 orang ada di Kabupaten Mimika dalam kondisi perawatan medis,” kata Jimmi ketika dikonfirmasi, Selasa (11/12/2018) malam.

Jimmy mengaku kecewa atas perlakuan perusahaan PT Istaka Karya kepada pekerjanya. Sebab, sampai sejauh ini, pihak perusahaan belum membahas tentang nasib mereka.


“Penginapan kita saja dipindah-pindah. Kita belum pernah diajak bicara oleh perusahaan, untuk apa kami di sini. Kami masih trauma, perlu berkumpul dengan pihak keluarga,” ungkapnya.

Baca juga: Korban Selamat Peristiwa di Nduga Papua: Teteh Jangan Cemas, Irawan Selamat...

Jimmy berharap agar PT Istaka Karya segera memberikan kejelasan tentang nasib pegawai yang selamat dari pembanyaian KKSB. Ia berharap ada santunan dan bisa kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

“Kami bersyukur kepada Tuhan atas mukjizat yang kami terima. Tetapi, kami ini juga korban. Tolong perhatikan kami. Jangan karena teman kami meninggal dunia, lalu mereka dengan cepat diatasi. Lalu kami diperlakukan seperti ini,” katanya.

Jimmy berharap agar pemerintah bersama TNI dan Polri mendorong perusahaan untuk memutuskan nasib mereka.

“Saya bersama teman di sini ingin segera berkumpul dengan keluarga. Kami masih trauma. Penginapan saja diberikan 3 kamar. Namun kami memilih untuk tinggal bersama. Siapa pun pihak bisa membantu, tolonglah kami,” pungkasnya.

Baca juga: TNI dan Polri Evakuasi Tiga Pekerja Bangunan Balai Desa Yigi Nduga

Diketahui, di Puncak Kabo, Kali Yigi, sekelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dikomandoi Egianus Kogoya menangkap dan membunuh pegawai PT Istaka Karya yang membangun jembatan Jalan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Sebanyak 16 pekerja PT Istaka Karya ditemukan tewas dibunuh, termasuk 1 pegawai PUPR dan 1 TNI. Selain itu, masih ada 4 karyawan PT Istaka Karya yang dikabarkan hilang.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Regional
Begal Masuk Kampus Unand, 'Kalau Kau Teriak, Mati Kau'

Begal Masuk Kampus Unand, "Kalau Kau Teriak, Mati Kau"

Regional
PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

Regional
Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Close Ads X