Perikanan Digital, Beri Makan Kolam Lele dengan Aplikasi di Ponsel

Kompas.com - 10/12/2018, 07:15 WIB
Inilah tong dan pelepas pakan lele yang dilengkapi perangkat digital pengatur jadwal memberi makan lele. Lewat aplikasi di telepon genggam yang terhubung dengan perangkat ini, para juragan lele bisa mengatur jadwal memberi makan lele tanpa harus setiap hari ke kolam. Perangkat ini bernama E-Fishery atau pengatur pemberi makan ikan otomatis. KOMPAS/WINDORO ADIInilah tong dan pelepas pakan lele yang dilengkapi perangkat digital pengatur jadwal memberi makan lele. Lewat aplikasi di telepon genggam yang terhubung dengan perangkat ini, para juragan lele bisa mengatur jadwal memberi makan lele tanpa harus setiap hari ke kolam. Perangkat ini bernama E-Fishery atau pengatur pemberi makan ikan otomatis.
Penulis Windoro Adi
|


INDRAMAYU, KOMPAS.com – Panen puluhan ton lele di kawasan tambak Desa Krimun dan Desa Puntang, Losarang, Indramayu, Jawa Barat, masih bisa digandakan dengan penerapan sistem pemberian pakan lewat sistem digital.

“Saya jamin dengan menerapkan sistem E-Fishery ini, hasil panen lele di kedua desa ini bisa dua kali lipat,” ungkap Presiden Direktur E-Fishery, Gibran Huzaifah Amai El Farizy, Minggu (9/12/2018).

Senin (10/12/2018) pagi ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil rencananya akan meresmikan Saung Perikanan Digital di Desa Krimun, Losarang.

Saung Perikanan Digital ini tidak lain adalah penerapan sistem pemberian pakan lewat sistem digital di seluruh kolam atau tambak lele, di Krimun.

Baca juga: Penghasilan Rp 100-an Juta Per Hari, Kisah Juragan Lele di Indramayu

Program ini adalah hasil kerjasama antara E-Fishery, dengan Telkomsel, perusahaan pembuat pakan lele, Japfa, serta PT Suri Tani Muka.

“Pada tahap awal ini kami akan memasang perangkat E-Fishery di 225 kolam lele di Desa Krimun. Kami butuh waktu dua bulan untuk itu. Mudah-mudahan tahap demi tahap selanjutnya seluruh kolam ikan di Desa Krimun dan Puntang bisa memanfaatkan sistem ini,” tutur Gibran.

Ia menjelaskan, cara kerja perangkat ini sederhana. Peternak tinggal mengatur melalui aplikasi E-Fishery utk memberi makan lele.

Data yang dibuat para peternak juga terkirim di cloud. Data yang tersimpan di cloud ini menjadi bahan analisis Gibran dan timnya terkait budidaya lele.

“Dengan menerapkan sistem ini, pemberian pakan lebih efisien hingga 25 persen. Siklus panen pun bisa lebih cepat. Jika peternak lele di sini sebelum menggunakan sistem ini butuh waktu tiga bulan untuk memanen lele, maka dengan sistem ini, dua bulan sudah bisa panen,” papar Gibran.

Artinya, lanjut dia, hasil panen bisa dua kali lipat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Regional
Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X