Tolak Pengosongan Lahan, Warga Lempari Petugas dengan Batu

Kompas.com - 06/12/2018, 19:22 WIB
Personel polisi saat mengamankan jalannya pengosongan kampung Kentingan Baru, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/12/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Personel polisi saat mengamankan jalannya pengosongan kampung Kentingan Baru, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/12/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Proses pengosongan lahan Kampung Kentingan Baru, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah mendapat perlawanan warga yang menempati lahan, Kamis (6/12/2018).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sejak pagi warga berkumpul di depan pintu masuk kampung.

Mereka membakar ban bekas dan membawa bambu untuk menghalangi petugas yang akan mengosongkan lahan di depan pintu masuk.


Warga menolak untuk meninggalkan dan mengosongkan lahan kampung Kentingan Baru tersebut dengan alasan telah menempatinya sejak puluhan tahun.

Dua unit alat berat diterjunkan ke lokasi pengosongan. Ratusan personel gabungan dari TNI/ Polri dan Satpol PP juga turut diterjunkan untuk mengamankan jalannya proses pengosongan lahan.

Baca juga: Polemik Pengosongan Lahan Kebon Sayur Ciracas...

Ketegangan sempat terjadi setelah alat berat meruntuhkan tembok bangunan gapura dan masuk kampung.

Warga yang masih bertahan di dalam melempari petugas yang melakukan pengosongan menggunakan batu.

Beruntung, personel Polresta Surakarta yang berada di lokasi pengosongan bergerak cepat untuk meredam ketegangan itu.

Sejumlah warga sempat diamankan polisi karena dianggap memprovokasi warga lain selama jalannya pengosongan.

Seorang warga yang menempati lahan Kentingan Baru, Fajar, mengaku sudah tinggal di tempat itu sejak 15 tahun lalu. Sehingga, dirinya meminta agar pengosongan lahan kampung Kentingan Baru tersebut dibatalkan.

"Sudah belasan tahun saya tinggal di sini. Jadi, saya ingin tetap tinggal di sini," ungkapnya yang menyaksikan proses pengosongan lahan Kentingan Baru di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Kuasa hukum warga Kentingan Baru Adi Cahyo mengatakan, pihaknya meminta dasar pengosongan rumah warga di Kentingan Baru.

Halaman:


Terkini Lainnya

Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Dianggap Banyak Kecurangan, Massa Usul tes Urine untuk Komisioner KPU dan Bawaslu

Regional
Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Asyik Ngopi di Halaman Rumah, Seorang Warga Diserang Harimau

Regional
Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Terkait Tewasnya Anggota TNI, Polres Jayapura Kota Tetapkan Tiga Tersangka

Regional
Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Selama Masa Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bebas Berobat di Mana Saja

Regional
Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Di Aceh, Kereta Perintis Jadi Wisata Transportasi untuk Anak

Regional
22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

22 Titik Jalur Mudik Rawan Macet di Jatim, 6 Titik Ada di Tol

Regional
Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Benarkan Rawat Pasien Stres karena Pemilu

Regional
7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

7 Fakta Siswa Tak Lulus Karena Kritisi Kepsek, Ingin Kuliah Hukum hingga Berpelukan dengan Kepsek

Regional
Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Begal di Jalur Mudik Aceh-Medan Libatkan Siswa SMA

Regional
Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Antraks di Gunungkidul Yogyakarta Belum Menular ke Manusia

Regional
Melaut untuk Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Nelayan Ini Hilang Terseret Gelombang

Melaut untuk Belikan Baju Lebaran Anak Istri, Nelayan Ini Hilang Terseret Gelombang

Regional
Seragam Mirip TNI Diamankan dari Lokasi Perusakan Kantor Polsek di Sampang

Seragam Mirip TNI Diamankan dari Lokasi Perusakan Kantor Polsek di Sampang

Regional
 Sebarkan Ujaran Kebencian Kepada Kepala Negara, PNS di Aceh Ditangkap

Sebarkan Ujaran Kebencian Kepada Kepala Negara, PNS di Aceh Ditangkap

Regional
Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Sempat Meroket, Harga Cabai Rawit di Timika Kembali Turun

Regional
Jenazah Bupati Ende Diterbangkan dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT: Bantu Orang itu Wajar

Jenazah Bupati Ende Diterbangkan dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT: Bantu Orang itu Wajar

Regional

Close Ads X