Alasan Dimas Kanjeng Tak Pakai Pengacara dalam Sidang Perkara Terakhirnya

Kompas.com - 06/12/2018, 16:16 WIB
Dimas Kanjeng Taat Pribadi usai sidang vonis di PN Surabaya, Rabu (5/12/2018) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALDimas Kanjeng Taat Pribadi usai sidang vonis di PN Surabaya, Rabu (5/12/2018)

SURABAYA, KOMPAS.com - Dimas Kanjeng Taat Pribadi tidak didampingi pengacara sepanjang sidang perkara penipuan dan penggelapan di Pengadilan Negeri Surabaya 2 bulan terakhir.

Dimas Kanjeng disebut pasrah atas hukuman apapun yang akan dijatuhkan hakim kepadanya.

M Sholeh, mantan kuasa hukum Dimas Kanjeng yang mengawal 2 perkara Dimas Kanjeng di Pengadilan Negeri Probolinggo, membenarkan bahwa di perkara yang terakhir disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya, mantan kliennya itu tidak didampingi kuasa hukum.

"Dimas Kanjeng sengaja tidak memakai jasa pengacara karena pasrah. Menurut Dimas Kanjeng, pakai atau tidak pakai pengacara, dia akan tetap dihukum," kata Sholeh dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018).


Sholeh mengaku dirinyalah yang diberi kuasa oleh Dimas Kanjeng untuk mengawal 2 perkara Dimas Kanjeng di Pengadilan Negeri Probolinggo pada 2017 lalu.

Baca juga: Jejak Perkara Dimas Kanjeng hingga Vonis 20 Tahun Penjara

Perkara pertama adalah kasus pembunuhan 2 anak buah Dimas Kanjeng, yakni Ismail Hidayah dan Abdul Ghani. Dalam perkara tersebut, Dimas Kanjeng divonis 18 tahun penjara.

Sementara perkara kedua adalah kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 800 juta atas laporan Prayitno Suprihadi, warga Jember, Jawa Timur. Dalam perkara tersebut, Dimas Kanjeng divonis 2 tahun penjara.

Adapun dalam perkara penipuan Dimas Kanjeng yang tidak didampingi kuasa hukum, terdakwa divonis nihil oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (5/12/2018).

Padahal hakim menyetujui tuntutan jaksa yakni Dimas Kanjeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan korban Muhammad Ali sebesar Rp 10 milliar.

Vonis nihil dijatuhkan hakim dengan pertimbangan bahwa Dimas Kanjeng memiliki akumulasi hukuman 20 tahun dari 2 perkaranya yang divonis di Pengadilan Negeri Probolinggo pada 2017.

Baca juga: Fakta di Balik Vonis Dimas Kanjeng, 21 Tahun Penjara hingga Kesetiaan Pengikut

Sementara undang-undang, kata katua majelis hakim pemimpin sidang perkara Dimas Kanjeng, Anne Rusiana, tidak memperbolehkan hukuman melebihi 20 tahun.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Bocah 11 Tahun Disandera Abu Sayyaf, Keluarga: Dia Ikut Pamannya Cari Ikan

Kasus Bocah 11 Tahun Disandera Abu Sayyaf, Keluarga: Dia Ikut Pamannya Cari Ikan

Regional
Sempat Padam 19 Jam, Listrik di Kalsel dan Kalteng Diklaim Sudah Pulih 85 Persen

Sempat Padam 19 Jam, Listrik di Kalsel dan Kalteng Diklaim Sudah Pulih 85 Persen

Regional
Salah Info soal Kakek Mati Kelaparan, Wagub Sulsel Tetap Minta Warga Miskin Diperhatikan

Salah Info soal Kakek Mati Kelaparan, Wagub Sulsel Tetap Minta Warga Miskin Diperhatikan

Regional
Terseret Ombak Pantai Sawarna Banten, 1 Wisatawan Jakarta Tewas

Terseret Ombak Pantai Sawarna Banten, 1 Wisatawan Jakarta Tewas

Regional
'Selfie' di Atas Jembatan Gantung di Bengkulu Berujung Maut, 10 Orang Tewas Terseret Banjir

"Selfie" di Atas Jembatan Gantung di Bengkulu Berujung Maut, 10 Orang Tewas Terseret Banjir

Regional
Warga Semarang Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat dengan Permukiman

Warga Semarang Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat dengan Permukiman

Regional
Bantu Hiu Paus yang Terdampar di Pantai, Warga: Kami Tolong karena Masih Hidup

Bantu Hiu Paus yang Terdampar di Pantai, Warga: Kami Tolong karena Masih Hidup

Regional
Pria di Semarang Masih Hidup meski Sudah Terpental Ditabrak Kereta

Pria di Semarang Masih Hidup meski Sudah Terpental Ditabrak Kereta

Regional
Listrik Padam Lebih dari 19 Jam, Gubernur Kalsel Minta PLN Percepat Perbaikan

Listrik Padam Lebih dari 19 Jam, Gubernur Kalsel Minta PLN Percepat Perbaikan

Regional
Harapan Ridwan Kamil pada Gebrakan Rektor Baru ITB Reini Wirahadikusumah

Harapan Ridwan Kamil pada Gebrakan Rektor Baru ITB Reini Wirahadikusumah

Regional
Wi-Fi Gratis di Masjid, Menyusul di Tempat Ibadah Lainnya

Wi-Fi Gratis di Masjid, Menyusul di Tempat Ibadah Lainnya

Regional
Ancam Satwa Endemik, Walhi Imbau Izin 9 Perusahaan HTI Ditinjau Ulang

Ancam Satwa Endemik, Walhi Imbau Izin 9 Perusahaan HTI Ditinjau Ulang

Regional
Titik Terang Identitas Kerangka Manusia di Sofa Rumah Kosong Bandung: Pria Paruh Baya, Ras Asia

Titik Terang Identitas Kerangka Manusia di Sofa Rumah Kosong Bandung: Pria Paruh Baya, Ras Asia

Regional
Mulai 5 Februari, Perlintasan Kereta Api Purwosari Ditutup untuk Pembangunan Flyover

Mulai 5 Februari, Perlintasan Kereta Api Purwosari Ditutup untuk Pembangunan Flyover

Regional
Terkena Jerat, Lengan Beruang Madu Ini Terpaksa Diamputasi

Terkena Jerat, Lengan Beruang Madu Ini Terpaksa Diamputasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X