Muara Sungai Dangkal Penyebab Pasokan BBM di Pangkal Pinang Terhambat

Kompas.com - 04/12/2018, 23:12 WIB
Truk tangki saat mengisi minyak di depot Pertamina Pangkalbalam, Pangkal Pinang, Senin (3/12/2018). KOMPAS.com/HERU DAHNURTruk tangki saat mengisi minyak di depot Pertamina Pangkalbalam, Pangkal Pinang, Senin (3/12/2018).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- Faktor alam dinilai menjadi penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM) di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Pengawas Teknik Pertamina Pangkalbalam Dedi Supriadi mengatakan, terjadi pendangkalan di muara sungai sehingga kapal tidak bisa bergerak tepat waktu.

"Kalau dipaksakan bisa karam. Jadi terpaksa penundaan. Sehingga ada keterlambatan pasokan," kata Dedi kepada Kompas.com, Senin (3/12/2018).

Baca juga: BBM Langka di Pangkal Pinang, Pengendara Motor Terpaksa Beli Eceran

Dia mengungkapkan, keterlambatan pasokan yang menyebabkan kelangkaan hanya terjadi pada pekan lalu.

Sementara, saat ini pasokan kembali lancar dan dipastikan memenuhi kebutuhan harian Kepulauan Bangka Belitung.

"Rata-rata dalam sehari pasokan semua jenis minyak sebanyak 2.600 kilo liter untuk Kepulauan Bangka Belitung. Kalau pun ada antrean biasanya karena panic buying. Masyarakat merasa langka, lalu ramai-ramai membeli," bebernya.

Dia memastikan, kapal tanker setiap hari memasok kebutuhan BBM untuk wilayah Pantai Timur. Kapal biasanya bertolak dari Cirebon atau Gerem Merak.

Selain pendangkalan, proses bongkar muat juga membutuhkan waktu cukup lama, sehingga masyarakat diharapkan bisa memahami hal itu.

Baca juga: Ketika Pengguna Motor Listrik Tak Lagi Keluhkan BBM Langka...

Di sisi lain, Dedi menilai kelangkaan BBM tidak hanya soal pasokan, tapi juga disebabkan adanya pengerit yang diduga membeli BBM untuk kebutuhan tambang.

"Ini telah disampaikan dalam rapat koordinasi tentunya. Tapi tidak ada penyelesaian. Kami tidak tahu di belakang mereka (pengerit) itu siapa," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah SPBU di Pangkal Pinang mengalami kelangkaan BBM sejak sepekan terakhir.

Pengendara mengeluh karena sulit mendapatkan BBM sehingga harus beralih pada minyak eceran yang harganya lebih mahal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa yang Nyanyikan Lagu Menyinggung Polisi Saat Demo di-Rapid Test, Ini Hasilnya

Mahasiswa yang Nyanyikan Lagu Menyinggung Polisi Saat Demo di-Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
Viral Video Beruang Madu Hendak Menyebrang Jalan Raya Kelok 44 Agam

Viral Video Beruang Madu Hendak Menyebrang Jalan Raya Kelok 44 Agam

Regional
Kesaksian Mahasiswa soal Suasana Mencekam Saat Demo di Jambi

Kesaksian Mahasiswa soal Suasana Mencekam Saat Demo di Jambi

Regional
Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

Regional
Libur Panjang, Pengelola Objek Wisata di Bali Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Libur Panjang, Pengelola Objek Wisata di Bali Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Regional
Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Regional
8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

Regional
Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Regional
Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag, untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag, untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Regional
Riset I2: Setahun Jokowi-Ma'ruf, Rapor Kinerja di Media Menuai 76 Catatan

Riset I2: Setahun Jokowi-Ma'ruf, Rapor Kinerja di Media Menuai 76 Catatan

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam 45 Batang Ganja di Polybag untuk Uji Pupuk Racikan

Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam 45 Batang Ganja di Polybag untuk Uji Pupuk Racikan

Regional
Setelah Hampir 2 Tahun, Pembunuh Maria Kawa Terungkap karena Tes DNA

Setelah Hampir 2 Tahun, Pembunuh Maria Kawa Terungkap karena Tes DNA

Regional
Awalnya Dikira Korban Pembunuhan, Ternyata Pria Ini Tewas karena Layangan Bocah SD

Awalnya Dikira Korban Pembunuhan, Ternyata Pria Ini Tewas karena Layangan Bocah SD

Regional
Beredar Video Pedemo Berlindung di Masjid Universitas Jambi, Banyak yang Pingsan Akibat Gas Air Mata

Beredar Video Pedemo Berlindung di Masjid Universitas Jambi, Banyak yang Pingsan Akibat Gas Air Mata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X