Kompas.com - 04/12/2018, 22:13 WIB
Gubernur Jatim Soekarwo KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALGubernur Jatim Soekarwo

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberi penegasan bahwa Jawa Timur tidak berniat menerapkan kebijakan ganjil genap untuk pengaturan lalu lintas.

Kebijakan ganjil genap hanya judul workshop yang digelar Kementerian Perhubungan yang kebetulan tempatnya di Surabaya.

"Konsep ganjil genap hanya wacana yang dibahas dalam workshop Kementerian Perhubungan yang digelar Senin kemarin di Surabaya, bukan untuk dilaksanakan," kata Soekarwo, Selasa (4/12/2018).

Baca juga: Ganjil Genap Akan Diberlakukan di Jatim, Dishub Kaji Kebijakannya

Dalam workshop kemarin, kata Soekarwo, Kementerian Perhubungan sifatnya meminta masukan dari stakeholder di Jawa Timur tentang kebijakan ganjil genap yang dilaksanakan di ibu kota.

"Jadi saya tegaskan bukan untuk diterapkan di Jawa Timur," ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin menambahkan, penerapan kebijakan ganjil genap untuk menata lalu lintas di Jawa Timur tidak bisa langsung diterapkan dengan cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun masih perlu proses diskusi dan kajian yang mendalam serta perlu meminta masukan dari masyarakat," jelasnya.

Dinas Perhuhubungan sebagai penyelenggara acara workshop kemarin, kata dia, hanya melaksanakan intruksi Kementerian Perhubungan selaku institusi di tingkat pusat.

Atas kabar tersebut, Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur, sempat menyampaikan protes.

Kata Humas PDOI Jawa Timur, Daniel Rorong, kebijakan ganjil genap bukan solusi untuk mengatasi kemacetan di Jawa Timur.

"Kebijakan ganjil genap hanya akan merugikan penumpang dan driver karena tidak bisa leluasa bekerja dan melayani pengguna," kata Daniel.

Kebijakan ganjil genap juga akan memotivasi para driver online untuk melakukan pembohongan dengan memakai nomor polisi palsu agar mereka bisa tetap bekerja dan membayar cicilan kendaraannya.

"Kebijakan ganjil genap hanya akan menimbulkan masalah baru," pungkasnya. 

Kompas TV Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, memiliki wacana untuk mengadopsi kebijakan yang telah diterapkan di Jakarta, yakni, kebijakan ganjil genap.Rencananya kebijakan tersebut akan diterapkan di sejumlah kota besar yang rawan terjadi macet, sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan di Provinsi Jawa Timur.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.