Antisipasi Pesta Miras Akhir Tahun, Polisi Gerebek 2 Pabrik Arak - Kompas.com

Antisipasi Pesta Miras Akhir Tahun, Polisi Gerebek 2 Pabrik Arak

Kompas.com - 03/12/2018, 18:41 WIB
Satreskrim Polres Kudus, Jawa Tengah menggelar jumpa pers terkait penggerebekan dua lokasi pabrik arak Kudus di wilayah hukumnya, Senin (3/12/2018).KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO Satreskrim Polres Kudus, Jawa Tengah menggelar jumpa pers terkait penggerebekan dua lokasi pabrik arak Kudus di wilayah hukumnya, Senin (3/12/2018).

KUDUS, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Kudus Jawa Tengah menggerebek 2 pabrik minuman keras jenis arak di wilayah hukumnya.

Sepak terjang para pelaku usaha miras tradisional ini cukup licin sehingga nyaris tak tercium oleh masyarakat.

Selama beroperasi beberapa tahun ini, 2 tempat usaha yang memproduksi arak dalam skala menengah itu mengaku memproduksi kecap dan gudang pupuk.

Dua pabrik arak ini digerebek di lokasi yang berbeda dalam rentang waktu yang cukup dekat.

Baca juga: Pol PP Temukan Miras Disembunyikan di Jok Motor Pemilik Warung Jamu

Pertama, Satreskrim Polres Kudus menggerebek sebuah ruko yang disalahgunakan sebagai pabrik arak di Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, pada Kamis (29/11/2018).

Dua hari kemudian, Minggu (2/12/2018), sebuah rumah yang terletak di Dukuh Gedangseweu, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus juga digerebek karena memproduksi arak.

Polisi juga telah mengamankan 2 pelaku dari 2 lokasi pabrik arak tersebut, yaitu Masliful Huda yang bertugas sebagai pengelola tempat produksi arak di Desa Tenggeles dan Imam Safi’i sebagai pembuat arak di Desa Peganjaran.

"Keduanya memproduksi arak yang sama tapi bukan satu jaringan. Proses pembuatan miras tradisional itu sama yakni dengan difermentasi, dimasak dan disuling," kata Kasatreskrim Polres Kudus AKP Rismanto saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Senin (3/12/2018).

Menurut Rismanto, untuk mengelabui petugas, seorang pelaku usaha arak yaitu Huda menyewa ruko senilai Rp 15 per tahun dengan dalih untuk memproduksi kecap.

Adapun pelaku usaha arak lainnya mengklaim pabrik arak miliknya sebagai gudang pupuk.

"Saat kami gerebek, di dalam 2 pabrik arak ini terdapat drum-drum dan alat untuk memproduksi arak. Pengakuan pelaku, arak dijual per botol kemasan 1,5 liter seharga 25 ribu. Sehari rata-rata  bisa membuat 4 kardus. Per kardus isinya 12 botol," jelas Rismanto.

Di hadapan petugas, Huda mengaku jika arak yang diproduksinya sendiri itu dipasarkan secara sembunyi-sembunyi di wilayah Kabupaten Kudus.

"Pelanggannya mayoritas remaja," kata Huda.

Sementara itu, Imam mengaku hanya berstatus sebagai pekerja yang membuat arak dan mendapat upah Rp 65 ribu per hari. Menurutnya, arak-arak yang sudah dalam kemasan botol dipasarkan di wilayah Kabupaten Kudus hingga wilayah Kabupaten Jepara.

"Saya hanya membuat arak dan yang menjual bos saya," tuturnya.

Baca juga: Distrik Atsj Asmat Jadi Pelopor Anti-miras dan Narkoba

Satreskrim Polres Kudus kini masih memburu seorang bos arak yang diketahui telah mempekerjakan Imam.

Sementara untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, Huda dan Imam harus meringkuk di balik jeruji besi.

Keduanya dijerat pasal 204 KUHP tentang pangan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

"Kami masih memburu bos arak yang mempekerjakan Imam. Lihat saja perkembangannya nanti. Dari keterangan Huda, ia mengetahui bagaimana cara memproduksi arak dan pemasarannya dari orang yang kami buru ini," kata dia.

Langkah penggerebekan dua lokasi pabrik arak ini untuk mengantisipasi pesta miras pada pergantian akhir tahun.

Polres Kudus menegaskan akan memberantas kemaksiatan dan kriminalitas di wilayah hukumnya.

" Arak dan segala jenis miras adalah induk dari kemaksiatan dan kriminalias. Seseorang bisa melakukan apa saja termasuk kriminal ketika menenggak miras. Kami akan berantas kemaksiatan dan kriminalitas di wilayah Kudus, terlebih mendekati perayaan tahun baru," pungkas Rismanto.

Kompas TV Kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai, Bekasi, Jawa Barat memusnahkan rokok ilegal tembakau dan ribuan botol minuman keras. Dari hasil penindakan petugas dalam kurun 2017-2018 sebanyak 3 juta batang rokok, 100 ribu tembakau iris, dan ribuan botol miras beragam merk senilai lebih dari Rp 2 M dimusnahkan.



Terkini Lainnya

 Seekor Kukang Dilepasliarkan Kembali Setelah Terjebak Banjir

Seekor Kukang Dilepasliarkan Kembali Setelah Terjebak Banjir

Regional
Pesawat Alfa Trans Tergelincir di Bandara Kasonaweja Papua, 7 Penumpang Selamat

Pesawat Alfa Trans Tergelincir di Bandara Kasonaweja Papua, 7 Penumpang Selamat

Regional
Ma'ruf Amin: 2018 Mengesankan, Tanpa Diduga Saya Dipilih Jadi Cawapres

Ma'ruf Amin: 2018 Mengesankan, Tanpa Diduga Saya Dipilih Jadi Cawapres

Nasional
Cerita Saksi Mata Pembakaran Polsek Ciracas: Warga Diusir, HP Diambil

Cerita Saksi Mata Pembakaran Polsek Ciracas: Warga Diusir, HP Diambil

Megapolitan
Hari Ini dalam Sejarah, Marconi Mengirim Sinyal Radio Pertama Lintasi Atlantik

Hari Ini dalam Sejarah, Marconi Mengirim Sinyal Radio Pertama Lintasi Atlantik

Internasional
Soal Perusakan Polsek Ciracas, Kodam Jaya Tunggu Penyelidikan Polisi

Soal Perusakan Polsek Ciracas, Kodam Jaya Tunggu Penyelidikan Polisi

Nasional
Trump: Jika Saya Dimakzulkan, Rakyat Bakal Memberontak

Trump: Jika Saya Dimakzulkan, Rakyat Bakal Memberontak

Internasional
Bangunan SD Ludes Dilalap Api, Siswa Tak Bisa Belajar

Bangunan SD Ludes Dilalap Api, Siswa Tak Bisa Belajar

Regional
Sulitnya Hijaukan Kota Gorontalo, Tanaman Selalu Dimakan Kambing

Sulitnya Hijaukan Kota Gorontalo, Tanaman Selalu Dimakan Kambing

Regional
Kodam Jaya soal Polsek Ciracas: Jika TNI Terlibat, Kami Proses Hukum

Kodam Jaya soal Polsek Ciracas: Jika TNI Terlibat, Kami Proses Hukum

Megapolitan
ITB Buka 3 Jalur Penerimaan Mahasiswa 2019, Ini Kriteria dan Syaratnya

ITB Buka 3 Jalur Penerimaan Mahasiswa 2019, Ini Kriteria dan Syaratnya

Edukasi
Bencana Banjir dan Longsor di Pacitan, Korban Longsor Ditemukan hingga Area Persawahan Rusak

Bencana Banjir dan Longsor di Pacitan, Korban Longsor Ditemukan hingga Area Persawahan Rusak

Regional
Sekjen PSI: Kader dan Caleg yang Ketahuan Poligami Akan Dipecat

Sekjen PSI: Kader dan Caleg yang Ketahuan Poligami Akan Dipecat

Regional
Lima Fakta Jak Lingko Tanah Abang yang Baru Dioperasikan

Lima Fakta Jak Lingko Tanah Abang yang Baru Dioperasikan

Megapolitan
Foto-foto Kondisi Polsek Ciracas yang Dirusak dan Dibakar Massa

Foto-foto Kondisi Polsek Ciracas yang Dirusak dan Dibakar Massa

Megapolitan

Close Ads X