Kanwilkumham Aceh Akui Kecolongan atas Insiden Napi Kabur

Kompas.com - 30/11/2018, 14:15 WIB
Kepala Kawilkumham Aceh, Agus Thaib (berbaju putih) usai meninjau Lapas Kelas II A Banda Aceh, Jumat (30/11/2018). Agus Thaib mengaku kecolongan atas insiden kaburnya para napi di Lapas tersebut. Daspriani Y ZamzamiKepala Kawilkumham Aceh, Agus Thaib (berbaju putih) usai meninjau Lapas Kelas II A Banda Aceh, Jumat (30/11/2018). Agus Thaib mengaku kecolongan atas insiden kaburnya para napi di Lapas tersebut.


BANDA ACEH, KOMPAS.com – Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Aceh, Agus Thaib mengaku kecolongan atas terjadinya keributan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Ach yang berlokasi di Lambaro, Aceh Besar.

Menurut Agus, saat itu, ada 10 petugas jaga yang ada di lapas, namun diakui mereka tidak mampu menghadang kekuatan massa napi yang memberontak.

"Sebagian memang mereka membawa peralatan untuk mendobrak pintu dan jendela, petugas baru tahu ada pergerakan ketika ada pergerakan yang masif, sebelumnya memang tidak terpantau oleh petugas, bisa jadi kemungkinan ini memang sudah direncanakan,” jelas Agus, Jumat (30/11/2018).

Baca juga: Polri: 25 Napi yang Kabur dari Lapas Banda Aceh Sudah Ditangkap

Agus Thaib membantah, kalau keributan antarnapi ini dipicu oleh aksi provokasi napi yang dikenal sebagai gembong narkoba.

“Lapas saat ini masih terus mendalami apa yang menjadi motif aksi keributan ini. Karena memang sangat naluriah, orang yang dikurung memiliki keinginan besar untuk lari, namun memang seperti yang diakui sejumlah napi yang berhasil ditangkap kembali, mereka dipaksa kabur oleh temannya jika tidak ingin dipukul pakai balok kayu atau alat lain,” jelas Agus Thaib.

Senada dengan itu, anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil juga menyatakan keprihatinan atas aksi keributan yang kembali terjadi di Lapas Kelas II A Banda Aceh.

“Kami sudah meminta dengan tegas kepada jajaran Kanwilkumham Aceh untuk melakukan evaluasi total terhadap pengawasaan dan pembinaan di LP ini, karena kejadian ini bukan yang pertama kali dan skalanya besar. Ini terlihat dari aksi yang menyebabkan napi kabur dengan jumlah yang cukup signifikan, ini sangat disesalkan,” jelas Nasir Jamil.

Diharapkan, pihak Kanwilkumham dan lapas bisa memanfaatkan semua media untuk mengultimatum para napi yang kabur agar mereka bisa menyerahkan diri.

“Karena mereka berpotensi untuk melakukan tindak pidana lainnya dan membuat keresahan bagi warga,” ujarnya.

Hingga saat ini, sebanyak 26 napi berhasil ditangkap kembali dan dikembalikan ke lapas. 

Kompas TV Berikut foto-foto ruangan di lapas kelas 2A Lambaro yang rusak akibat kerusuhan. Para napi ini sempat memecahkan kaca jendela lapas, saat ini petugas baik TNI maupun Polri melakukan patroli gabungan untuk menyisir lokasi yang berada disekitar lapas. Dan ini adalah suasana pengamanan di lapas kelas 2A Lambaro, Aceh Besar pasca insiden tahanan kabur. Tampak lapas dijaga ketat oleh aparat kepolisian, pihak aparat kepolisian kini melakukan upaya pengejaran dan penyisiran.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Regional
Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Regional
Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Regional
Sukarelawan Covid-19 di Papua 'Menjerit' Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Sukarelawan Covid-19 di Papua "Menjerit" Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Regional
Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Regional
Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Regional
Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Regional
Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Regional
16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Regional
Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Regional
Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Intensitas Gempa Gunung Merapi Kembali Dilaporkan Meningkat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X