Ikut Borobudur Marathon 2018, Pria Polandia Ini Ingin Pecahkan Rekor Dunia

Kompas.com - 18/11/2018, 17:25 WIB
Warga Polandia, Machnik Wojciech, menjadi peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2018, untuk memecahkan rekor dunia, Minggu (18/11/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Warga Polandia, Machnik Wojciech, menjadi peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2018, untuk memecahkan rekor dunia, Minggu (18/11/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Seorang pria asal Polandia Machnik Wojciech (41) mengikuti Bank Jateng Borobudur Marathon 2018, di Candi Borobudur Magelang, Minggu (18/11/2018).

Wojciech ingin memecahkan rekor Guiness World Record, untuk pelari yang mengikuti ajang lari marathon terbanyak di banyak negara dalam satu tahun.

" Borobudur Marathon 2018 adalah ajang ke-12, saya akan memecahkan rekor berlari di 63 negara. Rekor sebelumnya lari marathon di 58 negara," kata Wojciech, di Candi Borobudur, Minggu (18/11/2018).

Di Borobudur, Wojciech berhasil menyelesaikan rute lari marathon (42K) dengan baik. Sepekan lagi ia akan berlari di marathon di Vietnam, dan 50 negara lagi yang akan didatangi hingga Agustus 2019.


Baca juga: Borobudur Marathon 2018, Uang Para Pelari untuk Warga Lokal

"Saya hanya ikut di 1 ajang marathon di 1 negara, tidak boleh ikut dua kali di negara yang sama. Saya senang mencari suasana baru," katanya.

Kegemarannya dengan olahraga lagi dimulai sejak lima tahun terakhir. Tapi baru tiga tahun belakangan ia mulai serius mengikuti berbagai ajang lomba lari, khususnya marathon.

Wojciech menyukai marathon karena termasuk olahraga yang penuh tantangan. Selain lintasan yang pasti berbeda di setiap negara, juga pengalaman berburu informasi perhelatan lomba marathon di berbagai negara hingga mencari tiket pesawat dan penginapan.

"Saya menemui berbagai jenis rute yang panjang dan melelahkan di banyak negara. Lalu bagaimana ketika cari tiket, penginapan, dan lainnya. Itu tantangan bagi saya," kisahnya.

Baca juga: Warga Desa Deyangan Gelar Hiburan untuk Semangati Pelari Borobudur Marathon 2018

Jiwa Wojciech memang sudah jiwa petualangan, didukung dengan pekerjaan tetapnya sebagai operator agen travel di negara asalnya.

"Saya senang berlari, bisa bepergian ke berbagai tempat dunia. Saya juga suka diving bersama teman di Bali. Saya sering ke Singapura untuk bertemu klien," ungkapnya.

Kena turbulensi pesawat

Seluruh catatan perjalanan keliling dunianya kerap ditulis di file pribadi yang mirip diary. Termasuk catatan perjalanan marathon baik yang sudah dilewati, sedang dan akan diikuti, juga dituangkan di dalam website pribadinya di 249challenge.com.

Sebetulnya hobi bepergian Wojciech tidak disukai oleh kedua orangtuanya di Polandia. Mereka khawatir terjadi hal-hal buruk saat perjalanan menimpa Wojciech, seperti turbulensi pesawat sampai gelombang tinggi di laut.

Baca juga: Kisah Kristine, Hamil 8 Bulan Menaklukkan 10K Borobudur Marathon 2018

Seperti ketika ia pergi ke Bali beberapa waktu lalu, pesawat yang ditumpanginya sempat terkendala mendarat karena ada gangguan dengan kondisi awan.

"Ketika ke Bali, pesawatku sempat terguncang di atas, naik turun, penumpang histeris dan berdoa. Ketakutan. Tapi untung pesawat berhasil mendarat selamat," ceritanya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X