5 Fakta di Balik Poster "Raja Jokowi", Dugaan Kampanye Hitam hingga Tanggapan Bawaslu

Kompas.com - 14/11/2018, 19:51 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) melambaikan tangan didampingi Ny. Iriana Joko Widodo (kedua kanan) saat menghadiri Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN Ke-5 (FKMA), di Sumenep, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018). Jokowi membuka FKMA yang dihadiri 58 keraton 230 kerajaan dan kedatuan serta lembaga adat dan perwakilan sejumlah negara ASEAN. ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRIPresiden Joko Widodo (kedua kiri) melambaikan tangan didampingi Ny. Iriana Joko Widodo (kedua kanan) saat menghadiri Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN Ke-5 (FKMA), di Sumenep, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018). Jokowi membuka FKMA yang dihadiri 58 keraton 230 kerajaan dan kedatuan serta lembaga adat dan perwakilan sejumlah negara ASEAN.

KOMPAS.com - Beredarnya alat peraga kampanye (APK) bergambar Presiden Joko Widodo mengenakan kostum bak raja di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, membuat Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, angkat bicara.

Hasto menduga ada gerakan untuk 'melemahkan' suara Jokowi di 'Kandang Banteng', yaitu Jawa Tengah. 

Dalam APK itu, Jokowi digambarkan mengenakan mahkota di kepalanya dan memakai kostum layaknya raja di dalam kisah pewayangan.

Hasto menegaskan, APK tersebut jelas tidak dipasang oleh kader PDI-P. Alasannya, PDI-P tidak mengusung tema feodalistik di dalam perjuangannya.

Berikut ini sejumlah fakta di balik APK "Raja Jokowi".

1. Poster itu bukan dari PDI-P

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (30/8/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

"Kami bukan menampilkan sesuatu yang feodalistik di situ. Itulah yang kemudian kami pastikan. Maka kemarin kami berikan penjelasan resmi bahwa itu bukan dari PDI-Perjuangan," kata Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, Rabu (14/11/2018).

Hasto menambahkan, poster bergaya feodal seperti itu bukanlah gaya PDI-P.

Seperti diketahui, PDI-P menemukan banyak poster APK bergambar "Raja Jokowi" tersebar di wilayah Kota/Kabupaten di Jawa Tengah.

"Justru dengan elektabilitas PDI-Perjuangan di Jawa Tengah yang mencapai 46 persen, ada pihak-pihak yang mencoba untuk mendiskreditkan Pak Jokowi dan PDI-Perjuangan," ujar Hasto, di Posko Cemara, Rabu (14/11/2018).

Baca Juga: Poster "Raja Jokowi" Dinilai untuk Melemahkan PDI-P di Kandang Banteng

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X