7 Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online, Order Fiktif Pelaku dari Palembang hingga Semarang

Kompas.com - 14/11/2018, 16:09 WIB
Ilustrasi KompasIlustrasi

KOMPAS.com - Istri Sofyan, Fitriani, tidak pernah menyangka percakapan dengan almarhum pada hari Selasa (30/10/2018) adalah percakapan terahkir.

Sofyan berpamitan untuk memenuhi panggilan online seorang penumpang yang minta di antar ke kawsan KFC di bandara. Ayah 4 anak itu pun akhirnya ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan.

Sebelum kasus Sofyan, sejumlah sopir online telah menjadi korban pembunuhan dan perampokan. Setali tiga uang, modusnya berpura-pura menjadi penumpang sebelum menghabisi nyawa korban. 

Kompas.com menelusuri sejumlah kasus pembunuhan sopir online di beberapa daerah.

1. Sofyan di Palembang

Sofyan sopir taksi online yang hilang usai mengantarkan penumpang.ISTIMEWA Sofyan sopir taksi online yang hilang usai mengantarkan penumpang.

Polda Sumatera Selatan berhasil meringkus salah satu terduga pelaku pembunuhan Sofyan, seorang sopir taksi online di Palembang, pada hari Senin (12/11/2018).

Setelah itu, polisi akhirnya menemukan jasad Sofyan di semak-semak pinggir jalan di wilayah Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, pada hari Selasa (13/11/2018).

Perburuan polisi terhadap jasad Sofyan membutuhkan waktu lama. Saat ini polisi pun masih mengincar tiga pelaku yang buron.

Seperti diketahui istri Sofyan, Fitriani, melaporkan suaminya telah hilang pada hari Selasa (30/10/2018) lalu.

Saat itu Fitriani hanya mendapat pesan dari Sofyan untuk memantau dirinya saat mengantar penumpang yang misterius. Sofyan telah tewas di tangan komplotan perampok spesialis sopir taksi online tersebut.

Baca Juga: 6 Fakta Pembunuhan Sopir Taksi Online di Palembang: Polisi Ancam Tembak Mati hingga Mimpi Putri Korban

2. JST di Tangerang

Satreskrim Polresta Tangerang menangkap REH dan FF, dua pelaku pembunuhan sopir taksi online yang jenazahnya ditemukan mengambang di  Sungai Ciracap, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu (7/11/2018). Polisi masih memburu satu pelaku lainnya berinisial RLP yang masih buron, Senin (12/11/2018).KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Satreskrim Polresta Tangerang menangkap REH dan FF, dua pelaku pembunuhan sopir taksi online yang jenazahnya ditemukan mengambang di Sungai Ciracap, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu (7/11/2018). Polisi masih memburu satu pelaku lainnya berinisial RLP yang masih buron, Senin (12/11/2018).

Petugas dari Unit Jatanras Satreskim Polresta Tangerang menangkap FF (17), salah satu pembunuh pengemudi taksi online, JST.

Jasad JST ditemukan mengambang di Sungai Ciracap, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu (7/11/2018).

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan, FF diamankan di daerah Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (9/11/18).

“Berdasarkan interogasi, tersangka mengakui telah melakukan pembunuhan,” kata Sabilul, Jumat malam.

Sabilul mengatakan, FF diamankan setelah polisi menemukan lokasi terakhir saat remaja tersebut memesan taksi online dengan sopir JST, Senin (5/11/2018).

Dari titik itu, kata Sabilul, polisi melakukan penelusuran hingga berhasil menemukan keberadaan pelaku. FF melakukan aksi itu bersama kedua rekannya berinisial REH dan RLP yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kedua rekan FF melarikan diri saat polisi melakukan penangkapan.

“Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan untuk mendalami kasus pembunuhan itu,” kata Sabilul.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Regional
Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Regional
Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X