"Aku Tak Tahu Rencana Allah, Hanya Berdoa agar Tahu di Mana Anak-anak Sekarang..." (3)

Kompas.com - 14/11/2018, 11:50 WIB
Suasana di eks kawasan permukiman di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Di hamparan kosong ini, ratusan rumah pernah berdiri dan ribuan jiwa hidup di dalamnya. Kini permukiman itu hilang, lenyap ditelan bumi. KOMPAS.com/Erna Dwi LidiawatiSuasana di eks kawasan permukiman di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Di hamparan kosong ini, ratusan rumah pernah berdiri dan ribuan jiwa hidup di dalamnya. Kini permukiman itu hilang, lenyap ditelan bumi.

Henita dan suaminya terus mencari anak-anaknya. Mereka bertemu keluarga yang merupakan sepupu dengan suaminya. Kerabat mereka itu bercerita bahwa saat kejadian, Rachel dan Aldo berlari menyelamatkan diri bersama mereka.

“Tapi karena hari sudah mulai gelap, mereka bilang mereka sudah tidak perhatikan lagi Rachel dan Aldo. Karena semua orang panik saat kejadian itu,” ujarnya.

Baca juga: Petaka di Petobo, Aspal seperti Gelombang dan Lumpur Keluar dari Perut Bumi, seperti Mau Kiamat

Henita tak putus asa. Dia terus mencari buah hatinya. Hingga kemudian dia bertemu temannya Rachel. Dia mengaku agak lupa dengan nama temannya itu.

Teman anaknya itu mengaku sempat bertemu dengan Rachel pada tanggal 1 Oktober 2018 di Jalan Basuki Rahmat arah ke bandara. Mereka jalan berempat, satu orang laki-laki tinggi, dan tiga orang lainnya, Rachel dan dua perempuan yang tidak dikenalnya.

“Saya yakin laki-laki yang dibilang (tinggi) itu anak saya. Saya tahu memang Aldo lebih tinggi dari Rachel, kakaknya. Tapi saya terus lagi cari di tempat pengungsi tapi tidak ketemu,” tambah dia.

Baca juga: Viral Video Korban di Petobo Ditemukan setelah 2 Minggu Terkubur, Ini Keterangan Sementara Polisi

Informasi yang menyebutkan bahwa anaknya masih hidup terus berdatangan. Ada yang mengatakan nama Aldo ada dalam nama korban gempa Palu di RS Dr Wahidin Makkasar lalu dia pun mencari hingga ke Makassar. Namun, nihil.

Kemudian ada yang mengatakan melihat Rachel terbang ke Jakarta menumpang pesawat Hercules. Dia mengecek, tetapi tak kunjung ada kabar gembira.

 Sudah sebulan berlalu, Henita belum bisa memeluk Rachel dan Aldo.

“Saya pasrah, saya tidak tahu harus mencari ke mana lagi. Saya hanya berharap mereka tetap baik-baik saja di manapun berada. Di November ini, selain Rachel, Aldo juga akan merayakan ulang tahunnya yang ke-18 pada 30 November nanti. Saya tetap berharap semua yang terbaik buat anak-anakku,” katanya.

 

TAMAT

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Dua Hari, Kota Tegal Temukan 64 Kasus Baru Positif Covid-19

Dalam Dua Hari, Kota Tegal Temukan 64 Kasus Baru Positif Covid-19

Regional
Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Pulau Komodo Berubah Jadi Pulau Mang Dodo

Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Pulau Komodo Berubah Jadi Pulau Mang Dodo

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Regional
Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Regional
Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang 'Maaf', Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang "Maaf", Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Regional
Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Regional
Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Regional
Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Regional
Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Regional
Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X