"Aku Tak Tahu Rencana Allah, Hanya Berdoa agar Tahu di Mana Anak-anak Sekarang..." (3)

Kompas.com - 14/11/2018, 11:50 WIB
Rachel Arnee Putri (21) dan Aldo Ramadhan (18), buah hati Henita Pangkey (40), yang belum juga ditemukan sejak bencana likuefaksi, gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018. handoutRachel Arnee Putri (21) dan Aldo Ramadhan (18), buah hati Henita Pangkey (40), yang belum juga ditemukan sejak bencana likuefaksi, gempa dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018.

PALU, KOMPAS.com — Sekitar pukul 08.30 WIB, sehari setelah bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi melanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018, pesawat Hercules yang ditumpangi Henita Pangke (40) terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, ke Palu.

Setibanya di Palu, Henita langsung mencari kedua anaknya, Rachel Arnee Putri dan Aldo Ramadhan, di pengungsian yang ada di bandara. Namun, keduanya tak terlihat.

Dari bandara, Henita lalu langsung berangkat ke Petobo untuk melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi.

Baca juga: Hati Kecilku Bilang, Anak-anakku Masih Hidup (1)

Betapa terkejutnya dia ketika melihat kondisi Petobo. Hatinya ciut.

Dia lalu memberanikan diri naik ke atas. Kondisi tanah yang masih lembek dan gempa kecil terus terjadi, tapi dia tak peduli.

Sepanjang mata memandang, dia hanya melihat hamparan tanah kosong. Tak ada lagi permukiman penduduk di Petobo, termasuk rumah yang ditinggalinya bersama suami dan empat anaknya. Semua hilang tak berbekas. Petobo berganti rupa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya hanya berdiri terpaku, saya teriak sekeras-kerasnya. Saya panggil nama Rachel dan Aldo. Saya tidak tahu apa rencana Allah. Saya kemudian memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan petunjuk keberadaan anak-anak saya, apakah mereka terkubur di sini atau ke mana saya tidak tahu,” ujar Henita.

Dia sangat menyesal mengapa saat kejadian dia tak sedang bersama dengan suami dan anak-anaknya. Di dalam hati kecilnya, dia yakin bahwa dua anaknya ini masih hidup. Dia yakin anak-anaknya melarikan diri saat bencana terjadi.

Baca juga: “Ibu Tak Tahu Rachel di Mana, Selamat Ulang Tahun, Nak... (2)

Henita menuturkan, saat itu, dia kemudian bertemu suaminya, Muhammad Akbar. Suaminya bercerita, setelah kejadian gempa dan Petobo, dia berusaha mencari Rachel dan Aldo.

Dia sempat bertemu pemilik bengkel langganan dan tempat nongkrong Aldo. Kata suami saya, Daeng sang pemilik bengkel sempat melihat Aldo dan Rachel berlari menyelamatkan diri saat kejadian.

“Suamiku bersyukur. Alhamdulillah, berarti selamat mereka, kata suamiku," tutur Henita.

Proses pencarian kemudian dilanjutkan lagi. Akbar, lanjut dia, mencari kembali kedua putra putrinya ke semua tempat pengungsian di Petobo, tetapi tak kunjung ketemu. Begitu terus berlangsung selama tiga hari.

 

Bersambung ke halaman dua: Banyak yang mengaku melihat anak-anaknya...

 

Suasana di eks kawasan permukiman di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Di hamparan kosong ini, ratusan rumah pernah berdiri dan ribuan jiwa hidup di dalamnya. Kini permukiman itu hilang, lenyap ditelan bumi.KOMPAS.com/Erna Dwi Lidiawati Suasana di eks kawasan permukiman di Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/11/2018). Di hamparan kosong ini, ratusan rumah pernah berdiri dan ribuan jiwa hidup di dalamnya. Kini permukiman itu hilang, lenyap ditelan bumi.
Henita dan suaminya terus mencari anak-anaknya. Mereka bertemu keluarga yang merupakan sepupu dengan suaminya. Kerabat mereka itu bercerita bahwa saat kejadian, Rachel dan Aldo berlari menyelamatkan diri bersama mereka.

“Tapi karena hari sudah mulai gelap, mereka bilang mereka sudah tidak perhatikan lagi Rachel dan Aldo. Karena semua orang panik saat kejadian itu,” ujarnya.

Baca juga: Petaka di Petobo, Aspal seperti Gelombang dan Lumpur Keluar dari Perut Bumi, seperti Mau Kiamat

Henita tak putus asa. Dia terus mencari buah hatinya. Hingga kemudian dia bertemu temannya Rachel. Dia mengaku agak lupa dengan nama temannya itu.

Teman anaknya itu mengaku sempat bertemu dengan Rachel pada tanggal 1 Oktober 2018 di Jalan Basuki Rahmat arah ke bandara. Mereka jalan berempat, satu orang laki-laki tinggi, dan tiga orang lainnya, Rachel dan dua perempuan yang tidak dikenalnya.

“Saya yakin laki-laki yang dibilang (tinggi) itu anak saya. Saya tahu memang Aldo lebih tinggi dari Rachel, kakaknya. Tapi saya terus lagi cari di tempat pengungsi tapi tidak ketemu,” tambah dia.

Baca juga: Viral Video Korban di Petobo Ditemukan setelah 2 Minggu Terkubur, Ini Keterangan Sementara Polisi

Informasi yang menyebutkan bahwa anaknya masih hidup terus berdatangan. Ada yang mengatakan nama Aldo ada dalam nama korban gempa Palu di RS Dr Wahidin Makkasar lalu dia pun mencari hingga ke Makassar. Namun, nihil.

Kemudian ada yang mengatakan melihat Rachel terbang ke Jakarta menumpang pesawat Hercules. Dia mengecek, tetapi tak kunjung ada kabar gembira.

 Sudah sebulan berlalu, Henita belum bisa memeluk Rachel dan Aldo.

“Saya pasrah, saya tidak tahu harus mencari ke mana lagi. Saya hanya berharap mereka tetap baik-baik saja di manapun berada. Di November ini, selain Rachel, Aldo juga akan merayakan ulang tahunnya yang ke-18 pada 30 November nanti. Saya tetap berharap semua yang terbaik buat anak-anakku,” katanya.

 

TAMAT



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.