Kurang 2 Poin, Peserta Tes CPNS Menangis dan Harap "Passing Grade" Diturunkan - Kompas.com

Kurang 2 Poin, Peserta Tes CPNS Menangis dan Harap "Passing Grade" Diturunkan

Kompas.com - 09/11/2018, 20:01 WIB
Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). Sebanyak 3.425 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018 yang ujiannya dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.
Didik Suhartono Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Surabaya di Gelanggang Remaja, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/10/2018). Sebanyak 3.425 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2018 yang ujiannya dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.

MATARAM, KOMPAS.com - Rosyidi, seorang peserta tes calon pegawai negeri sipil ( CPNS) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangis meraung-raung ketika keluar dari ruang tes di Grand Imperial Ballroom di Mataram, Kamis (8/11/2018).

Pria yang melamar untuk formasi perawat terampil menangis karena nilainya kurang dua poin untuk bisa melampaui passing grade yang ditetapkan.

Dia mengaku sangat sedih dan menyesal karena tidak bisa melampaui passing grade hanya karena nilainya kurang dua poin. Padahal, nilai pada tes lainnya mencapai hampir dua kali lipat.

"Saya hanya kurang dinilai tes karakteristik pribadi dengan nilai 141, sementara passing grade-nya 143. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, saya mendapat nilai 120 dan tes intelegensi umum (TIU) berhasil dapat 105 dari target nilai tertinggi 80," katanya.

Baca juga: Polisi Kembali Tangkap 2 Joki CPNS di Makassar, 7 Masih Buron

Laki-laki kelahiran tahun 1995 ini pun coba dihibur oleh sejumlah rekannya karena dari ratusan peserta tes CPNS pada sesi pertama hari ini hanya ada beberapa saja yang berhasil lulus.

Terkait hal itu, Rosyidi berharap ada kebijakan pemerintah untuk menurunkan passing grade seperti tahun lalu yang hanya 128. Dia kesal karena tingkat kesulitan menjadi berbeda dan kemungkinan lulus menjadi sangat kecil.

"Yang lebih konyolnya lagi, jika kekurangan 2 poin jadi patokan. Apalagi di TKP, sebab kepribadian sifatnya subjektif tidak bisa dinilai. Kita memiliki sudat pandang berbeda yang dipengaruhi banyak faktor termasuk budaya," katanya.

Oleh karena itu, Rosyidi akan merasa adil ketika tingkat kelulusan CPNS nantinya ditetapkan berdasarkan perangkingan.

"Jika dari sisi perangkingan, saya rasa dengan nilai yang saya peroleh sudah cukup untuk lulus CPNS," katanya.

Baca juga: Gubernur Maluku Kecewa Peserta Tes CPNS Tahap Pertama yang Lolos hanya 8 Orang

Berbeda dengan Rosyidi, Monalisa Islam yang juga baru keluar dari ruang tes sempat berkaca-kaca karena merasa terharu sekaligus bahagia. 

Monalisa berhasil mendapatkan nilai di atas passing grade yang ditetapkan untuk masing-masing jenis tes, masing-masing TWK dan TIU mendapat nilai 90 dan TKP 146.

"Alhamdulillah, saya lulus dan semoga juga lancar untuk tahapan-tahapan berikutnya," kata honorer 8 tahun di Rumah Sakit Umum Praya Lombok Tengah ini.

Monalisa yang juga mengikuti tes untuk formasi perawat terampil ini memilih ikut tes di Kota Mataram karena Kabupaten Lombok Tengah tidak membuka formasi untuk perawat.

"Pesan saja kepada yang belum tes, rajin-rajin belajar dan berdoa," ujar perempuan kelahiran Sengkol, 26 Oktober 1989.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X