Gubernur Maluku Kecewa Peserta Tes CPNS Tahap Pertama yang Lolos hanya 8 Orang

Kompas.com - 07/11/2018, 08:17 WIB
Ilustrasi tes CPNS KOMPAS/LASTI KURNIAIlustrasi tes CPNS

AMBON, KOMPAS.com - Gubernur Maluku Said Assagaff mengaku kecewa dengan hasil Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD) berbasis Computer Assisted Test ( CAT) tahap pertama yang diikuti ratusan pelamar CPNS di Maluku.

Dari 900 pelamar yang mengikuti SKD dan CAT pada tahap pertama yang berlangsung pada Senin (5/11/2018), hanya 8 orang di provinsi Maluku yang dinyatakan lulus untuk mengikuti tahap selanjutnya.

“Metode seleksi menggunakan CAT dengan standar kelulusan sesuai passing great, justru menyulitkan para peserta untuk lolos ke tahap berikutnya,” kata Said kepada wartawan di Ambon, Selasa (6/11/2018).

Dia mengaku Povinsi Maluku saat ini sangat membutuhkan pegawai, sehingga pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak semestinya menerapkan angka kelulusan berdasarkan standar nasional.

Baca juga: 5 BERITA POPULER NUSANTARA: Gara-gara 2 Ton Durian hingga Jimat saat Tes CPNS

"Kalau bisa diturunkan, jangan gunakan angka nilai itu sesuai standar nasional di Maluku,” ujarnya.

Menurut Said, standar kelulusan yang dipatok sangat tinggi membuat hasil tes SKD dan CAT yang diikuti para pelamar dari Maluku sangat tidak sesuai dengan harapan. Pemerintah daerah di Maluku kata dia juga sangat mengeluhkan hasil tersebut.

“Coba lihat hasil tes, jumlah kelulusan peserta tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita semua terutama pemerintah daerah," kata Assagaff.

Dia pun berharap agar pemerintah pusat kedepan dapat memperbaiki sistem dan standarisasi kelulusan untuk penerimaan CPNS di Maluku.

Sebab standarisasi kelulusan yang dipatok terlampau tinggi, sementara alokasi waktu yang diberikan sangat sedikit.

Baca juga: Panitia Tes CPNS di Madiun: Kami Berulangkali Melarang Peserta Bawa Jimat, tapi...

“Lagi-lagi karena passing gradenya itu terlalu tinggi. Sementara waktu pekerjaan soalnya hanya 90 menit,”ujarnya.

Terkait hasil tersebut, Said meminta kepada peserta yang belum mengikuti tes agar tetap bersemangat dan giat belajar serta ikhlas menerima hasil yang diterima.

"Semoga kedepannya pemerintah pusat bisa merubah seleksi penerimaan CPNS yang sangat menyulitkan ini,” harapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye Protokol Kesehatan, Khofifah Gowes Bersarung di Situbondo

Kampanye Protokol Kesehatan, Khofifah Gowes Bersarung di Situbondo

Regional
Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X