Cuaca Ekstrem Ganggu Penerbangan di Bandara Tunggul Wulung Cilacap - Kompas.com

Cuaca Ekstrem Ganggu Penerbangan di Bandara Tunggul Wulung Cilacap

Kompas.com - 09/11/2018, 18:24 WIB
Ilustrasi pesawat Cassa 212.Kompas.com/ Alan Wilson (Flickr.com) Ilustrasi pesawat Cassa 212.

CILACAP, KOMPAS.com - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Cilacap, Jawa Tengah, mengakibatkan lalu lintas penerbangan di Bandara Tunggul Wulung terganggu.

Dampak yang paling dirasakan akibat cuaca ekstrem adalah penurunan jarak pandang atau visibilitas pilot dalam penerbangan.

Kepala Bandara Tunggul Wulung Cilacap Denny Ariyanto mengatakan, dari data yang direkap sepekan terakhir, jarak pandang pilot hanya berkisar antara 2-3 kilometer.

Padahal, idealnya jarak pandang prima untuk penerbangan yakni berkisar antara 5-7 kilometer.

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bandara Adi Soemarmo Inspeksi Runway Tiap Hari

“Iya, sangat berdampak karena di Tunggul Wulung kan kebanyakan pesawat kecil dan pesawat latih. Cuaca ekstrem akhir-akhir ini membuat jarak pandang menurun menjadi hanya 2-3 kilometer,” kata Denny, kepada Kompas.com, Jumat (9/11/2018).

Denny mengungkapkan, kecenderungan cuaca di Bandara Tunggul Wulung belakangan ini yakni gerimis pada malam hari, kemudian hujan lebat hingga pagi.

Bahkan, di awal pekan ini, hujan tak kunjung berhenti selama satu hari penuh.

“Makanya kami warning ke teman-teman (penerbang) untuk tetap safety, kalau memang tidak bisa naik ya sudah jangan naik, kami tidak kasih toleransi soal keamanan,” tegas dia.

Sementara itu, cuaca ekstrem di Cilacap juga berdampak pada batalnya penerbangan maskapai Susi Air pada Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Air Dalam Selang di Gunung Bromo Jadi Es

Pesawat dengan kapasitas 12 penumpang tersebut batal melayani penerbangan dengan rute Tunggul Wulung Cilacap-Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 09.25-10.55 WIB.

Selain lalu-lintas penerbangan, hujan ekstrem juga membuat fasilitas pagar keliling bandara roboh karena longsor.

Meskipun tidak terlalu mengganggu, tapi pihak bandara telah menangani kerusakan untuk sementara waktu.


Terkini Lainnya

Pengacara Ba'asyir Diminta Tak Berkelit soal Syarat Setia pada NKRI

Pengacara Ba'asyir Diminta Tak Berkelit soal Syarat Setia pada NKRI

Nasional
Bawaslu Kota Bekasi Imbau Warga Melapor jika Terima Tabloid 'Indonesia Barokah'

Bawaslu Kota Bekasi Imbau Warga Melapor jika Terima Tabloid "Indonesia Barokah"

Megapolitan
INFOGRAFIK: Fakta Mengenai 'Shutdown' Pemerintahan Amerika Serikat..

INFOGRAFIK: Fakta Mengenai "Shutdown" Pemerintahan Amerika Serikat..

Internasional
Setelah Dubes Uni Eropa, TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Temui Perwakilan AS

Setelah Dubes Uni Eropa, TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Temui Perwakilan AS

Nasional
Anjing Ini Pandu Ambulans Jalan Menuju Pemiliknya yang Pingsan

Anjing Ini Pandu Ambulans Jalan Menuju Pemiliknya yang Pingsan

Internasional
Terekam Kamera, Pemburu Liar Pukuli Harimau dengan Tangan Kosong

Terekam Kamera, Pemburu Liar Pukuli Harimau dengan Tangan Kosong

Internasional
Satu Nelayan Hilang di Sumenep Telah Ditemukan

Satu Nelayan Hilang di Sumenep Telah Ditemukan

Regional
PT MRT Buka Kesempatan UMKM Berbisnis di Stasiun Mereka

PT MRT Buka Kesempatan UMKM Berbisnis di Stasiun Mereka

Megapolitan
Diperiksa Bawaslu, TKN Bantah Jokowi Kampanye di Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Diperiksa Bawaslu, TKN Bantah Jokowi Kampanye di Deklarasi Alumni Universitas Negeri

Megapolitan
Nasdem Minta Bupati Mesuji yang Kena OTT KPK Mundur atau Diberhentikan

Nasdem Minta Bupati Mesuji yang Kena OTT KPK Mundur atau Diberhentikan

Regional
Pemkot Depok Siapkan 130 Sekolah untuk Terima Siswa Berkebutuhan Khusus

Pemkot Depok Siapkan 130 Sekolah untuk Terima Siswa Berkebutuhan Khusus

Megapolitan
Boeing Klaim Sukses Gelar Uji Terbang Taksi Udara Otonom Pertama

Boeing Klaim Sukses Gelar Uji Terbang Taksi Udara Otonom Pertama

Internasional
Pemerintah Impor 30.000 Ton Jagung, Buwas Jamin Tak Ganggu Produksi Panen Februari-Maret

Pemerintah Impor 30.000 Ton Jagung, Buwas Jamin Tak Ganggu Produksi Panen Februari-Maret

Nasional
KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Kalteng

KPK Perpanjang Masa Penahanan 4 Tersangka Kasus Suap DPRD Kalteng

Nasional
12 Lampu Solar Cell di Jalur Pendakian Gunung Ijen Raib Dicuri

12 Lampu Solar Cell di Jalur Pendakian Gunung Ijen Raib Dicuri

Regional

Close Ads X