Kompas.com - 07/11/2018, 22:21 WIB
Suasana Rutan Kelas II B Rembang, Jateng, Rabu (7/11/2018).‎ Dokumen Polres Rembang‎Suasana Rutan Kelas II B Rembang, Jateng, Rabu (7/11/2018).‎

REMBANG, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Resor Rembang, Jawa Tengah, AKBP Pungky Bhuana Santosa menyampaikan, usai menerima laporan terkait adanya seorang tahanan yang gantung diri, kepolisian langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Rutan Kelas II B Rembang.

Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan pada fisik Lip Apriyanto (25), warga Lubuk Linggau, Bengkulu Utara, itu. 

Di ruang kamar 16 blok timur yang dihuni Lip Apriyanto sekaligus tempat ia gantung diri juga tidak ditemukan hal mencurigakan yang mengarah ke penganiayaan.

"Kami tidak temukan adanya unsur penganiayaan. Dugaan kuat percobaan bunuh diri karena masalah pribadi. Gantung diri dengan seutas tali yang diikatkan di konstruksi bagian atap. Kondisinya kini kritis dan dirawat intensif di ICU RSUD dr Soetrasno Rembang," kata Pungky kepada Kompas.com, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Coba Gantung Diri, Tahanan Titipan di Rutan Rembang Kritis

Menurut Pungky, selama ini Lip Apriyanto yang seorang pengangguran itu tinggal sebatang kara di rumahnya. Rumah tangganya yang belum dikaruniai anak berakhir dengan perceraian.

"Mantan istri dan keluarganya sudah tak peduli lagi dengan Lip Apriyanto. Padahal, kami sudah berupaya menghubungi untuk memberikan dukungan karena kondisinya yang kritis," kata Pungky.

Dugaan kuat Lip Apriyanto nekat hendak mengakhiri hidup dengan cara gantung diri mengerucut setelah kepolisian menemukan selembar surat yang diduga tulisan tangan Lip Apriyanto. Surat yang ditemukan di sekitar lokasi Lip Apriyanto gantung diri itu bertuliskan pesan-pesan terakhir dari tahanan itu kepada teman dan keluarganya.

"Di dalam surat itu berisi permintaan maaf atas sikapnya kepada teman, mantan istri, ibu, dan keluarganya. Di surat itu, dia juga berpesan agar teman dan keluarganya jangan meninggalkan shalat," terang Pungky.

Untuk diketahui, seorang tahanan Polres Rembang, Jawa Tengah, Lip Apriyanto (25), warga Lubuk Linggau, Bengkulu Utara yang dititipkan di Rutan Kelas II B Rembang ditemukan gantung diri, Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 11.45 WIB.

Tahanan titipan kasus penipuan itu ditemukan dalam kondisi kritis di tempat ia ditahan di ruang kamar 16 blok timur, Rutan Kelas II B Rembang.

Kejadian ini membuat suasana rutan yang ada di tengah kota Rembang tersebut menjadi ramai. Polisi pun meluncur ke rutan untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan informasi yang  dihimpun, Lip Apriyanto yang ditemukan dalam kondisi sekarat itu langsung dilarikan ke RSUD dr Soetrasno Rembang untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Kepala Rutan Kelas II B Rembang Ruspriyatno saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa gantung diri tersebut. 

Hanya saja, pihaknya belum memberikan keterangan secara detil lantaran saat kejadian Rutan Kelas II B dalam keadaan sepi. Saat itu, para penghuni rutan tengah menjalankan rutinitas ibadah shalat Dzuhur secara berjamaah.

"Ya benar memang ada tahanan titipan Polres Rembang  yang gantung diri. Yang bersangkutan saat ditemukan masih bernapas meski tak sadarkan diri. Langsung kami larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang," terangnya.

Baca juga: Pengemudi Ojek Online di Pekanbaru Ditemukan Tewas Gantung Diri

Menurut Ruspriyatno, pihaknya menerima laporan dari para tahanan yang mendekam dalam satu ruangan dengan Lip Apriyanto. Mereka terkejut melihat Lip Apriyanto sudah tak sadarkan diri dalam keadaan gantung diri.

"Rampung shalat Dzuhur, para tahanan kaget melihat rekannya gantung diri. Infonya Lip Apriyanto sedang sakit saat itu sehingga tak ikut shalat berjamaah. Kemungkinan dia gantung diri saat para penghuni rutan shalat berjamaah. Kami memang menganjurkan para narapidana untuk shalat berjamaah," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi  Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang Zainal menjelaskan, yang bersangkutan saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di ruang IGD RSUD dr R Soetrasno Rembang.

"Kondisinya buruk dan tak sadarkan diri. Napasnya tidak beraturan sehingga harus kami bantu dengan alat pernapasan yang dipasang komplit. Kondisinya memang darurat sehingga harus ditangani intensif," katanya.

Untuk diketahui, Lip Apriyanto merupakan tahanan titipan Polres Rembang atas kasus penipuan yang masih dalam proses penyidikan. Dia mulai menjadi tahanan titipan di Rutan kelas II B Rembang sejak tanggal 10 Oktober 2018.

Kompas TV Seorang warga binaan rumah tahanan negeri di Kabupaten Bangli, Bali, ditemukan tewas gantung diri di kebun warga.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.