“Bukan HIV yang Membunuh, Tapi Stigma” (1)

Kompas.com - 05/11/2018, 09:33 WIB
Kegiatan VCT Mobile Puskesmas Tamblong di Gedung Serba Guna RW 09, Kelurahan Braga, Kecamatan  Sumur Bandung, Kota Bandung. KOMPAS.com/RENI SUSANTIKegiatan VCT Mobile Puskesmas Tamblong di Gedung Serba Guna RW 09, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Stigma

At mengisahkan, bagi populasi kunci atau orang yang berisiko tinggi tertular HIV seperti gay, mengikuti tes HIV bukan perkara mudah.

Sebab jika dinyatakan positif, ia harus siap menghadapi banyak hal. Mulai dari mengonsumsi ARV seumur hidup hingga stigma.

“Jadi gay saja sudah mendapat stigma, ditambah lagi dengan HIV positif, stigma yang diterima makin besar,” ungkapnya.

“Padahal, tidak ada yang pengen HIV positif. Tidak ada yang bangga menjadi gay,” tambahnya.

Jenis stigma yang diberikan banyak. Ada yang dicaci maki, dihina, disindir, bahkan diusir dari keluarga karena dianggap memalukan.

Baca juga: Meski Belum Bisa Disembuhkan, HIV Sudah Bisa Dikendalikan

Padahal, saat seseorang divonis HIV, dukungan orang terdekat sangat diperlukan. Namun, jika keluarga tidak hadir di saat-saat sulit tersebut, biasanya sesama Odha akan saling menguatkan.

“Kami juga bikin grup di Whatsapp untuk saling menguatkan, mengingatkan agar disiplin mengonsumsi ARV, dan sharing ketika mendapat masalah, terutama tentang HIV,” imbuhnya.

Jika ada yang mengeluh capek minum ARV, At akan berkata, penderita diabetes dan darah tinggi pun minum obat tiap hari.

Jika mengeluh efek samping obat, ia akan berkata, itu hanya sebentar. Jadi tidak ada alasan untuk tidak meminum ARV.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat hingga Dikomando Co-Pilot

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat hingga Dikomando Co-Pilot

Regional
Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Regional
Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Regional
Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Regional
Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Regional
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan 'Gaptek'

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan "Gaptek"

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal Ramah, Tapi Tidak Aktif di Kegiatan RT

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal Ramah, Tapi Tidak Aktif di Kegiatan RT

Regional
Gubernur Khofifah: Telur Ayam Asal Jatim Aman Dikonsumsi

Gubernur Khofifah: Telur Ayam Asal Jatim Aman Dikonsumsi

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 adalah Menantu Mantan Napi Teroris

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 adalah Menantu Mantan Napi Teroris

Regional
Polda Riau Tangkap Lima Pelaku Pencurian Minyak PT Chevron

Polda Riau Tangkap Lima Pelaku Pencurian Minyak PT Chevron

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Rusak 25 Rumah

Hujan Deras Disertai Angin Puting Beliung Rusak 25 Rumah

Regional
DPRD Jabar: Program 'Satu Pesantren Satu Produk' Sebatas Seremonial

DPRD Jabar: Program "Satu Pesantren Satu Produk" Sebatas Seremonial

Regional
KNKT Selidiki Penyebab Pilot Batik Air Pingsan Saat Penerbangan

KNKT Selidiki Penyebab Pilot Batik Air Pingsan Saat Penerbangan

Regional
Pilot Pingsan, Batik Air Kirim Pesawat Pengganti ke Kupang

Pilot Pingsan, Batik Air Kirim Pesawat Pengganti ke Kupang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X