Bupati Madiun Perintahkan Petugas Medis Pantau Kesehatan Orangtua Pramugari Alfiani

Kompas.com - 02/11/2018, 06:05 WIB
Nampak petugas medis Puskesmas Gantrung memeriksa tensi darah Sukartini, ibu kandung pramugari Alfiani yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 . KOMPAS.com/Dokumentasi Puskesmas Gantrung Nampak petugas medis Puskesmas Gantrung memeriksa tensi darah Sukartini, ibu kandung pramugari Alfiani yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 .

MADIUN, KOMPAS.com - Bupati Madiun Ahmad Dawami memerintahkan jajarannya memantau kondisi kesehatan orangtua pramugari Alfiani Hidayati Solikah yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Pemantuan kesehatan itu dilakukan menyusul kondisi kesehatan kedua orangtua Alfiani yang makin menurun pasca-kecelakaan pesawat menimpa putri semata wayangnya.

Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro yang biasa disapa Kaji Mbing saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/11/2018), mengatakan pemerintah harus hadir untuk membantu keluarga pramugari Alfiani.

"Makanya saya perintahkan petugas kesehatan untuk melakukan pemantauan kondisi kesehatan kedua orangtua Alfi secara rutin," kata Kaji Mbing.

Sementara itu, petugas medis di Puskesmas Gantrung, dr Kirnia Tri Wulandari yang dihubungi terpisah mengatakan, kondisi Sukartini, ibu kandung Alfi, saat ini masih syok. Kendati demikian, kondisi kesehatan fisik ibu satu anak ini masih normal.

Baca juga: Tim DVI Polda Jatim Ambil Sampel Rambut dan Darah Orangtua Pramugari Alfiani

Kondisi itu diketahui setelah perawat Puskesmas Gantrung mendatangi rumah orangtua pramugari Alfiani.

"Tadi perawat kami ke sana. Kebetulan baru bisa menemui ibunya Alfi. Ayahnya sedang tidur. Hasilnya dari pemeriksaan ibunya tekanan darah 110/70, suhunya masih normal, pernafasan normal, semuanya normal," kata Nia.

Hanya saja, lanjut Nia, kondisi fisi ibu kandung pramugari Alfiani tampak lemas dan wajahnya murung. Tak hanya itu terlihat bibir Sukartini tampak kering, karena mungkin kurang minum.

"Tadi waktu kami ke sana ibunya dalam kondisi pucat, bibirnya kering, wajahnya tampak murung. Saat ditanya jawabannya seadanya. Ada indikasi ibunya kurang minum dan nafsu makannya menurun sehingga terlihat lemas," ungkap Nia.

Nia menambahkan, perawat akan memberikan obat-obatan dan vitamin bila tensi darah orangtua Alfiani menurun. Sementara bila ada keluhan sulit tidur akan diberikan obat penenang.

Tak hanya memeriksa kondisi kesehatan fisik orangtua korban, tim medis Puskesmas Gantrung juga memberikan pendampingan dan konseling agar kondisi jiwa orangtua korban lebih tenang.

Diberitakan sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim mendatangi kediaman pramugari Alfiani Hidayati Solikah yang menjadi korban pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Baca juga: Duka Keluarga Pramugari Alfiani, Firasat Burung Perkutut hingga Ayah Tak Mau Nonton TV

Kedatangan tim di Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, untuk mengambil sampel rambut, darah dan kuku kedua orangtua Alfi. Sampel itu digunakan untuk kepentingan identifikasi jenazah yang ditemukan.

"Untuk kepentingan identifikasi, tim DVI Polda Jatim mengambil sampel darah dan rambut kedua orangtua korban. Selain bukti-bukti lain untuk bisa mendukung indentifikasi jenazah korban," kata Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya kepada Kompas.com, Selasa (30/10/2018).

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Regional
Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Regional
Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Regional
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

Regional
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

Regional
Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Regional
Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Regional
Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Regional
Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Regional
Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Regional
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Regional
Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X