Gara-gara Perabotan Rumah Dirusak, Istri Siram Suami dengan Air Mendidih

Kompas.com - 01/11/2018, 10:43 WIB
Ilustrasi air mendidih. ShutterstockIlustrasi air mendidih.

KENDARI, KOMPAS.com - Aksi kekerasan dalam rumah tangga tak hanya dilakukan oleh suami ke istri, tapi bisa sebaliknya.

Hal itu dialami oleh seorang suami berinisial ST( 34), warga Kelurahan Ngapaaha, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Istrinya, JN (33) tega menyiram suaminya dengan air mendidih saat ST tengah tertidur pulas di rumah tantenya yang tak jauh dari rumah mereka pada Rabu (31/11/2018) pagi.

Akibatnya, sang suami mengalami luka bakar cukup parah. Kondisinya pun terus memburuk karena kulit terkupas akibat air panas membasahi hampir seluruh tubuhnya.

Pasangan suami istri ini baru setahun membangun bahtera rumah tangga dan belum dikaruniai anak.

Kasat Reskrim Polres Konsel AKP I Ketut Arya Wijanarka saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Baca juga: Penyiram Air Panas ke Bayi 5 Bulan Adalah Sang Kakak, Kasusnya Pun Dihentikan

Ia mengatakan, motif pelaku melakukan tindakan nekatnya itu lantaran sakit hati. Sebab, sehari sebelum kejadian, suaminya mengamuk di rumah hingga merusak sejumlah barang seperti televisi, kulkas dan beberapa perabot rumah tangga lainnya. Ditambah lagi, suaminya selalu keluar malam tanpa pamit kepada istri.

"Pagi sekitar pukul 08.30 Wita kemarin, pelaku langsung mendatangi korban, melihat suaminya masih tertidur lelap dalam kamar di rumah tantenya. Pelaku langsung menanyakan kompor kepada salah seorang keluarga korban yang berada di rumah," ungkap Arya dihubungi, Kamis (1/11/2018).

Selanjutnya, wanita yang merupakan pegawai kantor Sekeratariat Dewan (Setwan) DPRD Kabupaten Konawe Selatan ini langsung merebus air hingga mendidih. Kemudian ia langsung mengangkat panci berisi air mendidih lalu masuk ke kamar dan menumpahkannya ke sang suami yang tengah tidur pulas.

Setelah melakukan aksi nekatnya itu, pelaku langsung meninggalkan suaminya dan pulang ke rumah mereka yang tak jauh dari lokasi kejadian itu.

Sementara korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat oleh saudaranya. Saat ini ST sudah dirujuk ke RSUD Konawe Selatan untuk mendapatkan penanganan serius karena luka bakar cukup parah.

"Setelah kami terima laporan dari kakak korban, kami langsung menuju TKP dan melakukan penyelidiikan, dan sore kemarin kami telah mengamankan pelaku. Akibat dari perbuatan ini,  pelaku diancam dengan pasal 351 KUHP, dengan ancaman pidana lima tahun penjara," kata Arya.

Baca juga: Penyiram Air Panas ke Bayi 5 Bulan Adalah Sang Kakak, Kasusnya Pun Dihentikan

Erlin, salah seorang keluarga korban mengungkapkan bahwa ST mengamuk karena emosi mencari kunci motor saat hendak berangkat kerja. ST merupakan karyawan di salah satu perusahaan tambang.

"Sebenarnya pelaku dengan korban kita masih keluarga ji semua. Kita juga sesalkan kejadian ini bisa terjadi. Hanya persoalan kunci motor akibatnya sampai sejauh ini," ujar Erlin.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peternak di Solo Sumbang 2.000 Telur untuk Bantu Warga Terdampak Virus Corona

Peternak di Solo Sumbang 2.000 Telur untuk Bantu Warga Terdampak Virus Corona

Regional
Sulut Siapkan Laboratorium Pemeriksaan Sampel Corona

Sulut Siapkan Laboratorium Pemeriksaan Sampel Corona

Regional
Kasus Oknum Polwan Sebarkan Hoaks Corona, Polisi Periksa Korban

Kasus Oknum Polwan Sebarkan Hoaks Corona, Polisi Periksa Korban

Regional
Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Regional
Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Regional
UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

Regional
Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Regional
Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Regional
Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Regional
Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X