Penyiram Air Panas ke Bayi 5 Bulan Adalah Sang Kakak, Kasusnya Pun Dihentikan

Kompas.com - 08/02/2018, 17:15 WIB
Rumah tinggal kedua istri Nuru, Irma dan Norma, serta bayi 5 bulan, Miftahul Jannah, yang disiram air mendidih. KOMPAS.com/Hendra CiptoRumah tinggal kedua istri Nuru, Irma dan Norma, serta bayi 5 bulan, Miftahul Jannah, yang disiram air mendidih.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi, akhirnya penyidik Satuan Reskrim Polres Pangkep berhasil mengungkap kasus penyiraman air mendidih terhadap bayi 5 bulan, Miftahul Jannah saat korban tertidur di ayunan.

Awalnya, pelaku penyiraman terhadap Miftahul diduga ibu tiri korban, Irma alias Nia (38). Dugaan itu terlintas dibenak ibu kandung korban, Norma (27) beserta orang-orang yang tinggal di rumah tersebut.

Dugaan itu diperkuat oleh bahan keterangan (baket) Polres Pangkep yang disebarkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani dan diterima Kompas.com di Makassar beberapa waktu lalu.

Namun belakangan terungkap bahwa pelaku penyiraman bayi Miftahul adalah kakak korban sendiri. Kakak korban yang berusia 4 tahun menyiramkan air mendidih itu ke mulut korban saat terbangun di ayunan.


"Jadi pelaku penyiraman itu kakak korban sendiri yang masih berusia 4 tahun. Sang kakak ini kasihan sama adiknya karena terbangun dan menangis di ayunan. Dia ambil air mendidih di gelas yang tersedia di meja dekat dapur lalu menuangkannya ke mulut adiknya. Setelah itu, pelaku pun mengusap-usap mulut adiknya setelah disiram air mendidih itu," ungkap Dicky saat dikonfirmasi, Kamis (8/2/2018).

Baca juga : Ibu Tiri Diduga Siram Air Panas kepada Bayi 5 Bulan

Karena pelaku masih kecil dan tidak mengerti dengan perbuatannya, lanjut Dicky, maka kasus dugaan penganiayaan ini pun dihentikan.

"Jadi dugaan pelaku adalah ibu tirinya itu salah. Yang benar adalah kakak korban sendiri. Ya, mau di apa kalau pelaku usia 4 tahun, kasusnya pun dihentikan," katanya.

Sebelumnya telah diberitakan, seorang ibu rumah tangga (IRT), Irma alias Nia (38), warga Kampung Batue, Kelurahan Bontomatene, Kacamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) diduga menyiram anak tirinya, Miftahul Jannah (5 bulan) yang sedang tertidur di ayunan.

Peristiwa penyiraman air mendidih wajah korban terjadi saat ibu kandungnya, Norma (27) sedang pergi ke rumah tetangganya.

Dari pengakuan Norma, ia baru saja menidurkan anaknya di ayunan yang terletak di dekat dapur. Norma kemudian pergi ke rumah tetangganya dan pulang melihat mulut dan kedua pipi anaknya melepuh. Penyiraman air mendidih ke mulut anaknya ini terjadi pada Jumat (26/1/2018) lalu sekitar pukul 12.15 Wita.

Baca juga : Kasus Ibu Tiri Diduga Siram Air Mendidih ke Bayi, Polisi Gelar Olah TKP

Saat ini, korban masih dirawat di puskesmas Baring, Desa Biring, Kelurahan Bontomatene, Kacamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X