Cari Harimau Sumatera yang Terkam Ternak, BBKSDA Pasang Perangkap dan Kamera Perangkap

Kompas.com - 31/10/2018, 14:56 WIB
Petugas BBKSDA Riau membawa box trap untuk dipasang di lokasi kemunculan harimau sumatera di Kabupaten Inhil Kontributor Kompas TV Pekanbaru, Citra IndrianiPetugas BBKSDA Riau membawa box trap untuk dipasang di lokasi kemunculan harimau sumatera di Kabupaten Inhil

PEKANBARU, KOMPAS.com — Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum menemukan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang menerkam ternak sapi warga Dusun Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Saat ini, petugas memasang box trap atau perangkap dan kamera perangkapuntuk melakukan pemantauan.

"Tim kami di sana mengumpulkan bahan informasi dan koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan Pulau Burung," ucap Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo pada Kompas.com, Rabu (31/10/2018).

Kemudian, melakukan edukasi tentang dasar-dasar menghindar dari serangan harimau. Salah satunya yakni melarang warga memasang jerat.

"Pemasangan jerat akan menghilangkan pakan alami harimau sumatera dan menyebabkan serangan ke ternak sehingga warga kami imbau tidak ada yang memasang jerat," pinta Hutomo.

Baca juga: BKSDA Lepaskan Satwa Sitaan ke Hutan Habitatnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk melakukan penyelamatan terhadap harimau sumatera, tim memasang perangkap dan kamera perangkap di lokasi harimau yang menerkam ternak warga.

"Pemasangan kamera perangkap di lokasi kemunculan harimau sumatera, selama lima hari terakhir masih belum terpantau. Saat ini tim memasang dua box trap," ujar Hutomo.

Dia mengatakan, sebelumnya harimau sumatera menerkam seekor sapi warga Dusun Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Rabu (24/10/2018).

Setelah mendapat informasi tersebut, BBKSDA Riau langsung membentuk tim penanganan sebelum terjadi konflik dengan manusia.

"Saat ini tim rescue masih bekerja bersama didukung para pihak di lokasi konflik satwa dengan monitoring dan pemantauan," ungkap Hutomo.

Sejak September 2018 lalu, empat ekor sapi diterkam harimau sumatera di Dusun Teluk Nibung.

Sejak kejadian tersebut, warga setempat khawatir dengan masuknya harimau ke permukiman. Bahkan, warga juga takut beraktivitas di kebun.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X