Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Fakta Kasus Pembakaran Bendera, Libatkan Ahli Pidana hingga Kejar Perekam Video

Kompas.com - 24/10/2018, 16:37 WIB
Michael Hangga Wismabrata,
Farid Assifa

Tim Redaksi

Saat ini polisi masih melakuakn pemeriksaan mendalam terhadap A, M dan F. Ketiganya masih berstatus terperiksa.

Baca Juga: Diburu, Perekam dan Pengunggah Video Pembakaran Bendera di Garut

3. Polisi libatkan ahli hukum pidana

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menginstruksikan Kapolres Garut untuk melakukan pemeriksaan mendalam dan menyeluruh terhadap kasus pembakaran bendera. Kapolda juga melibatkan ahli hukum pidana selama proses penyelidikan.

"Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan, saya sudah perintahkan Kapolres Garut untuk melakukan pemeriksaan mendalam kepada tiga orang tersebut sampai tuntas," katanya.

"Kemudian tentunya kaitan aspek pidana, Polda Jabar sudah koordinasi dengan ahli hukum pidana dan agama, besok siang insya Allah akan hadir di polda untuk lakukan gelar perkara," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Gandeng Ahli Hukum Pidana Terkait Pembakaran Bendera

4. Tanggapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Selasa (23/10/2018) kemarin. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Selasa (23/10/2018) kemarin.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyesalkan insiden pembakaran bendera di Garut, Senin (22/10/2018) kemarin. Ia pun mengimbau agar warga Jabar tak terpancing dan tetap menjaga kondusivitas.

"Saya menyesalkan kejadian pembakaran bendera. Mau niat dan maksudnya apa pun saya kira itu tidak baik. Lain kali kalau ada hal seperti itu serahkan pada aparat keamanan yang lebih paham hukum. Saya imbau masyarakat Jabar dan Indonesia untuk tetap jaga kondusivitas," tutur Emil, sapaan akrabnya saat ditemui di Kantor Kejaksaan Tinggi Jabar, Jalan LRE Martadinata, Selasa (23/10/2018).

Emil pun mengatakan akan terus berkoordinasi dengan para ulama dan aparat untuk memantau kondusivitas masyarakat.

"Setelah ini saya ke polda berkumpul dengan para ulama untuk memastikan kondusivitas jangan terganggu oleh hal seperti ini," kata dia, Selasa (23/10/2018).

Baca Juga: Pembakaran Bendera di Garut, Ridwan Kamil Imbau Warga Jaga Kondusivitas

Sumber: KOMPAS.com (Agie Permadi, Dendi Ramdhani, Ari Maulana Karang)

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com