3 Fakta di Balik Krisis Air Bersih di Gunung Kelud, Pipa Air Rusak hingga 875 KK Terdampak

Kompas.com - 23/10/2018, 21:17 WIB
Pendistribusian air bersih oleh BPBD Kediri di wilayah Sepawon dan Badek Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (22/10/2018) Dok.BPBD Kabupaten KediriPendistribusian air bersih oleh BPBD Kediri di wilayah Sepawon dan Badek Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (22/10/2018)

KOMPAS.com - Kemarau panjang melanda dua dusun di lereng Gunung Kelud di wilayah Kabupaten Kediri.

Akibatnya, 875 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Badek dan Sepawon mengalami krisis air bersih.

BPBD setempat mulai mendistribusikan air bersih untuk membantu warga di dua dusun tersebut.

Inilah fakta lengkap dampak kemarau panjang di lereng Gunung Kelud.

1. Sebanyak 875 KK terdampak kemarau panjang di lereng Gunung Kelud

Ilustrasi air bersihTHINKSTOCKS/KENZAZA Ilustrasi air bersih

"Ini sebagai dampak dari penurunan debit air akibat kemarau," ujar Randi Agata, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Senin (22/10/2018).

Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di Dusun Badek dan Sepawon, petugas BPBD mengirim bantuan air.

"Mulai hari ini kami droping air," imbuhnya. Pendistribusian itu dilakukan menggunakan tangki air.

Untuk jumlah kebutuhan maupun durasi bantuan itu, menurutnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Baca Juga: Sebanyak 875 KK di Lereng Kelud Kediri Alami Krisis Air

2. Bencana kebakaran lahan rusak pipa saluran air

Petugas gabungan mengatasi kebakaran hutan lindung di Bukit Ongakan Kediri, Jawa Timur, Jumat (28/9/2018).KOMPAS.com/M AGUS FAUZUL HAKIM Petugas gabungan mengatasi kebakaran hutan lindung di Bukit Ongakan Kediri, Jawa Timur, Jumat (28/9/2018).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Hati-hati Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Hati-hati Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Regional
Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Hendak Lerai Keributan, Anggota DPRD Ini Malah Dibacok Warga

Regional
Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X