Menuntaskan Rasa Penasaran di Museum Tsunami Aceh

Kompas.com - 23/10/2018, 07:21 WIB
Bangunan Museum Tsunami Aceh, yang kini menjadi lokasi wisata favorit wisatawan saat berkunjung ke Kota Banda Aceh. KOMPAS.com/ DASPRIANI Y ZAMZAMIBangunan Museum Tsunami Aceh, yang kini menjadi lokasi wisata favorit wisatawan saat berkunjung ke Kota Banda Aceh.

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Jam menunjukkan pukul 16.15 WIB. Meski pintu pagar belum ditutup, namun jam berkunjung ke dalam bangunan Museum Tsunami Aceh sudah berakhir.

Pengunjung tak lagi bisa menikmati pemandangan dan suguhan di dalam museum. Aktivitas Museum Tsunami Aceh dimulai pukul 09.00 wib hingga pukul 16.00 WIB.

Meski demikian, kondisi ini tidak menyurutkan semangat dua gadis remaja asal kabupaten Aceh Tamiang untuk berkunjung ke museum yang selalu memberi rasa penasaran ini. Mereka adalah Fany (21) dan Lilis (21).

Lilis baru saja mengurus segala keperluan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk wilayah Kota Banda Aceh. Alasan inilah yang membuatnya terlambat berkunjung ke museum.

“Tapi tak masalah, saya bisa berkunjung besok pagi karena saya masih ada di Banda Aceh untuk beberapa hari ini. Namun sore ini saya ingin menikmati bagian luar museum agar rasa penasaran saya bisa terpuaskan walau tidak seluruhnya,” ujar Lilis sambil tersenyum dan melanjutkan aktivitas berfoto termasuk berswafoto.

Baca juga: Museum Tsunami Aceh Terpilih Sebagai Museum Terpopuler di Indonesia

Lilis bukan orang pertama yang selalu penasaran akan keberadaan Museum Tsunami Aceh. Setiap mendengar kata Aceh, yang terbayang dalam benak mereka adalah bencana gempa dan tsunami serta rasa penasaran seperti apa gambaran bencana tsunami yang pernah melanda sebagian besar wilayah pesisir Provinsi Aceh tersebut.

“Apalagi kemarin kan juga ada bencana tsunami di Sulawesi, jadi tambah penasaran, apakah dulu Aceh juga seperti itu? Soalnya saat bencana gempa dan tsunami melanda Aceh saya masih sangat kecil sekitar usia 7 tahun dan daerah kami tidak terdampak tsunami,” kisah Lilis.

Tidak hanya Lilis, Syamsidar (45), warga Samatiga, Meulaboh, Aceh Barat, juga mengakui hal yang sama. Menurut dia, salah satu lokasi yang harus dikunjungi saat datang ke Kota Banda Aceh adalah Museum Tsunami.

“Penasaran saya apa yang ada di dalam museum ini, katanya ada bioskop juga, kita bisa menonton film tsunami. Jadi penasaran ingin melihatnya, tapi sayang kami terlambat, museum sudah tutup, tapi besok akan balik lagi,” ujar Syamsidar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X