Salah Suntik Berujung Pasien Anak Meninggal, Keluarga Korban Minta Polisi Usut Dugaan Malapraktik

Kompas.com - 21/10/2018, 13:13 WIB
Ilustrasi eksekusi suntik mati. ShutterstockIlustrasi eksekusi suntik mati.

MEULABOH, KOMPAS.com - Keluarga pasien anak yang meninggal dunia tak wajar saat menjalani perawatan di Ruang Anak Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Nyak Dhein Meulaboh, meminta agar pihak Kepolisian setempat untuk segera mengusut kasus dugaan malapraktik di RSU tersebut. 

Hal itu terkait dugaan salah suntik yang mengakibatkan Alfareza (13) meninggal dalam kondisi tak wajar.  Alfareza yang sebelumnya sadar, meninggal setelah lima menit pasca-disuntik

“Kami dari keluarga besar almarhum meminta pihak Kepolian untuk mengusut kasus dugaan salah suntik yang dialami keponakan kami, sehingga tidak terulang pada anak yang lain kasus ini, karena lima menit sebelumnya juga ada satu anak lain yang meninggal juga setelah disuntik,” kata Razali, keluarga almarhum kepada awak media, Minggu (21/10/2018).

Baca juga: Dugaan Kasus Malapraktik Salah Suntik di Meulaboh, Polisi Amankan Barang Bukti

Razali mengaku, setelah kejadian pihak keluarga sudah meminta kepada polisi untuk mengusut kasus dugaan salah suntik saat pasien anak masih berada di RSU Cut Nyak Dhein Meulaboh, Jum’at (19/10/18) malam. 

Namun karena diminta jenazah harus diotopsi pihak keluarga tidak mengizinkan lantaran tak rela jasad Alfareza harus dibedah.

“Malam kejadian langsung saya yang minta kepada polisi yang ada di lokasi untuk mengusut, dan barang bukti segera diamankan. Tapi kalau tubuh jenazah memang tidak rela kami untuk dibedah, karena langsung harus kami kebumikan sesuai dengan hukum Islam,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tempuh jalur hukum

Sejauh ini kata Razali pihak managemen Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Nyak Dhein sudah berkunjung ke rumah duka yang berada di Kecamatan Pante Ceureumen, untuk mengucapakan rasa ikut berlangsung kawa kepada keluarga Alfareza. Pihak rumah sakit  juga membawa santunan berupa satu zak beras dan satu kardus mie instan.

Baca juga: Ombudsman Jateng: Tertinggalnya Jarum di Alat Vital Berpotensi Malapraktik

“Pihak rumah sakit ke rumah kami persilahkan, tapi kasus ini harus diproses hukum, sehingga harapan kami tidak menimpa anak lain lagi ke depan,” katanya.

Sementara itu menurut kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Pos Meulaboh Riki Yuniagara, menilai kasus itu patut diduga ada unsur malapraktik oleh tenaga medis yang menangani pasien anak. 

LBH mengaku siap mendapingi keluarga korban untuk mengusut proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.

“Dugaan ada unsur malapraktik, keluarga korban harus melapor ke polisi untuk proses hukum, dan kami siap untuk memberikan perdampingan hukum,” kata dia. 

LBH Banda Aceh Pos Meulaboh mengaku telah dihubungi oleh pihak keluarga korban yang berkonsultasi terkait proses hukum insiden dugaan salah suntik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X