Kopi Literasi, Cara Dukuh Pasah Boyolali Kembalikan Minat Baca Anak

Kompas.com - 15/10/2018, 12:43 WIB
Anak-anak saat belajar dan membaca buku di kafe kopi literasi milik kelompok Agro Ayuning Tani Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dokumentasi SugiantoroAnak-anak saat belajar dan membaca buku di kafe kopi literasi milik kelompok Agro Ayuning Tani Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

SOLO, KOMPAS.com - Kemajuan teknologi sudah dirasakan semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali para generasi muda, bahkan anak-anak. Mereka sudah diperkenalkan dengan gadget (gawai).

Hampir setiap hari anak-anak ini 'dimanjakan' dengan beragam aplikasi gadget. Mereka mengakses berbagai game atau permainan di ponsel pintar tersebut. Saking asyiknya bermain gadget, anak-anak lupa untuk belajar.

Fenomena inilah kemudian menginisiasi Kelompok Tani Argo Ayuning Tani Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengintegrasikan gerakan kopi literasi dengan mendesain kantor sekretariat menjadi kafe kopi sekaligus rumah baca.

Gerakan kopi literasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan minat baca terutama bagi anak-anak dan generasi muda agar tidak kecanduan gadget. Namun, apabila ada orangtua atau desa yang ingin membaca buku juga dipersilakan datang ke sekretariatnya.

Baca juga: Tingkatkan Literasi, Ridwan Kamil Kenalkan Street Library

Ketua Kelompok Agro Ayuning Tani Dukuh Pasah Sugiantoro mengungkap, anak-anak sekarang kalau sudah membawa gadget lupa belajar. Oleh karena itu, sambung Sugiantoro misi utama gerakan kopi literasi adalah mengembalikan minat baca anak-anak di Dukuh Pasah.

"Konsepnya itu meningkatkan minat baca anak-anak. Karena sekarang kalau anak-anak sudah pegang gawai mereka lupa belajar," katanya saat ditemui Kompas.com di kedai kopi kawasan Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/10/2018) petang.

Pihaknya menambahkan, di kafe kopi miliknya tersebut dilengkapi rak buku, meja dan kursi yang bisa dimanfaatkan masyarakat dan anak-anak membaca buku sambil menikmati cita rasa kopi, bagi yang menginginkan.

"Mereka bisa datang ke kafe kopi kita untuk baca-baca buku. Mereka yang menginginkan minum kopi bisa kita buatkan. Karena kita ingin mengenalkan kopi juga kepada mereka," kata dia.

Baca juga: Aiptu Suddin Kini Kerahkan Keluarganya untuk Menebar Virus Literasi

Ada ratusan koleksi buku bacaan bantuan dari Gunernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang disediakan di kafe kopi bernama D'agro. Ada buku cerita, novel, pelajaran, dongeng, dan lain-lain.

"Di tempat kita bakda Ashar sampai Magrib anak-anak itu ikut TPA (Taman Pendidikan Alquran). Sekretariat kita dengan masjid itu dekat. Jadi, setelah Magrib mereka bisa baca-baca buku ke sini," ungkap dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X