4 Fakta Kasus Penyekapan 3 Gadis NTT, Diberi Pil Anti Hamil hingga Bersembunyi di Gereja

Kompas.com - 12/10/2018, 18:09 WIB
Ilustrasi korban perdagangan manusia.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi korban perdagangan manusia.

KOMPAS.com - Tiga dari empat perempuan muda asal Nusa Tenggara Timur berhasil lolos dari sebuah penampungan yang ingin menjadikan mereka PSK (Pekerja Seks Komersial). 

Ketiga korban mengaku sempat dipaksa meminum obat anti hamil selama berada di penampungan yang berada di Kota Medan

Bagaimana para korban bisa terjebak dan akhirnya berhasil lolos dari jebakan para pelaku? Ini faktanya. 


1. Tergiur bekerja di Malaysia dengan gaji tinggi

Ilustrasi korban pemerkosaanKOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi korban pemerkosaan

Tiga perempuan muda berinisial FS asal Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS); LS asal Kabupaten Kupang, dan; SA asal Kabupaten Malaka, termakan bujuk rayu salah satu pelaku, PT, untuk menjadi TKW di Malaysia dengan gaji tinggi.

Tanpa ada prasangka buruk, ketiga perempuan tersebut segera memenuhi dan mengikuti segala arahan PT, termasuk saat diserahkan PT ke DS.

DS lalu membawa ketiga korban ke Medan dan tinggal di sebuah rumah penampungan.

“Korban direkrut PT dan dibawa ke DS. DS berperan mengantar korban yang selanjutnya diberangkatkan ke Medan melalui bandara El Tari Kupang,” kata Iptu jamari, Kasat Reskrim Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga: 3 Calon TKW yang Hendak Dijadikan PSK Berhasil Menyelamatkan Diri

2. Berhasil lolos, para korban sempat berlindung di gereja

Ilustrasi TKIKompas.com/ERICSSEN Ilustrasi TKI

Setelah melihat ada kesempatan lolos, FS, LS dan SA, berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dari tempat penampungan mereka di Kota Medan.

Setelah berlari dengan rasa ketakutan, ketiganya memilih untuk bersembunyi di sebuah gereja yang mereka temui saat melarikan diri.

Saat itulah, pengurus gereka menghubungi salah satu biarawati Katolik dan menceritakan nasib ketiga perempuan muda asal NTT.

Setelah dijemput oleh biarawati bernama Suster Laurentina, ketiga perempuan tersebut dibawa ke tempat yang lebih aman.

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X