Jadi Mucikari Medsos, Mahasiswa Ditangkap Polisi - Kompas.com

Jadi Mucikari Medsos, Mahasiswa Ditangkap Polisi

Kompas.com - 11/10/2018, 20:07 WIB
AG (23) salah satu Mahasiswa di Palembang ditangkap polisi lantaran kedapatan telah menjadi mucikari online dengan menjualkan wanita di media sosial facebook.KOMPAS.com/ Aji YK Putra AG (23) salah satu Mahasiswa di Palembang ditangkap polisi lantaran kedapatan telah menjadi mucikari online dengan menjualkan wanita di media sosial facebook.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Seorang mahasiswa di Palembang, Sumatera Selatan ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang karena telah menjadi mucikari di media sosial (medsos).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku berinisial AG (23) ditangkap oleh polisi yang  sebelumnya menyamar sebagai pemesan. Polisi awalnya mendapatkan informasi jika AG sering memasang foto wanita di Facebook.

Foto wanita tersebut diposting di akun Facebook AG untuk menggaet pria hidung belang yang ingin berkencan. Jika ada pemesan, ia akan mengantarkan wanita yang diminati oleh pemesan itu.

Saat membawa kedua korban, BA (23) dan AE(18) ke salah satu hotel kawasan 14 Ulu, AG pun akhirnya ditangkap petugas.

Baca juga: Dengarkan Dakwaan Jaksa, Ratu Mucikari Keyko Terus Menangis

AG mengaku memasang foto wanita di Facebook, setelah diminta oleh para korban untuk dicarikan pelanggan.

Untuk sekali kencan, AG mematok tarif sebesar Rp 500 ribu.

“Setelah deal baru saya ajak ketemu dan antarkan wanita yang diinginkan. Biasanya Rp 500 ribu sekali kencan. Itu mereka sendiri yang minta dicarikan,” kata AG di Polresta Palembang, (11/10/2018).

Bisnis “lendir” yang digeluti AG ini telah berjalan sejak beberapa bulan terakhir. Ia pun mengaku mendapatkan bagian dari tarif yang ditentukan.

“Tergantung dari wanitanya mau kasih berapa, saya tidak minta banyak,”ujarnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, saat ini mereka masih mengembangkan kasus tersebut.

“Sekarang masih dikembangkan dengan memeriksa saksi dan pelaku,” kata Wahyu.

Kompas TV Dari 32 PSK yang terjaring, lima di antaranya masih di bawah umur.


Terkini Lainnya

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Pemerintah Negosiasi Ulang Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX dengan Korsel

Nasional
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemensetneg Ditunda

Nasional
Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Anggaran untuk Bangun Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Rp 350 Miliar

Megapolitan
Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Berfoto dengan Kontestan Israel, Gelar Miss Earth Lebanon Dicopot

Internasional
Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Kisah Pasukan Oranye Jual Stiker demi Membantu Korban Gempa Sulawesi Tengah...

Megapolitan
Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Saksikan Rekonstruksi, Ketua DPR Pastikan Tembakan Peluru karena Ketidaksengajaan

Nasional
Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Transjakarta Buka Rute Baru dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Gondangdia

Megapolitan
Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Kepala Lapas Pamekasan: Saat Pembalut Dibuka, Ternyata Isinya Handphone...

Regional
Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Rusunami DP 0 Rupiah di Cilangkap Dibangun April 2019, Totalnya 900 Unit

Megapolitan
Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Eddy Soeparno: PAN Harus Kuat di Legislatif agar Pemerintahan Prabowo Efektif

Nasional
Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Bupati Asmat Kirim Kontingen ke Pesparani Katolik Nasional Pertama di Ambon

Regional
Palang Merah Italia Gelar Konser Amal, Bantu Korban Bencana di Sulteng

Palang Merah Italia Gelar Konser Amal, Bantu Korban Bencana di Sulteng

Internasional
Beredar Pesan soal Situs Cek Status Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU

Beredar Pesan soal Situs Cek Status Pemilih pada Pemilu 2019, Ini Kata KPU

Nasional
14 Tahun Terakhir, Sebanyak 79 Kepala Daerah Ditangkap KPK

14 Tahun Terakhir, Sebanyak 79 Kepala Daerah Ditangkap KPK

Regional
Polisi: Kerangka Pria Bertapa Beralas Sajadah, Diduga Meninggal Saat Jalankan Ritual

Polisi: Kerangka Pria Bertapa Beralas Sajadah, Diduga Meninggal Saat Jalankan Ritual

Regional
Close Ads X