5 BERITA POPULER NUSANTARA: Modus "Swinger" hingga Tanggapan Yusril untuk Amien Rais - Kompas.com

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Modus "Swinger" hingga Tanggapan Yusril untuk Amien Rais

Kompas.com - 11/10/2018, 05:07 WIB
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais saat ditemui di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/20/2018) malam. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais saat ditemui di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/20/2018) malam.

KOMPAS.com - Perilaku seksual menyimpang dari tiga pasang suami isteri di Surabaya masih menjadi sorotan pembaca di Kompas.com, Rabu (10/10/2018).

Selain itu, topik tentang pernyataan Amien Rais tentang adanya praktek korupsi di KPK dianggap Yusril Ihza Mahendra sebagai kegaduhan. Bagaimana cerita lengkapnya? 

Berikut ini 5 berita populer nusantara pada hari kemarin.


1. Fakta yang terungkap dalam kasus "swinger" tiga pasutri di Surabaya

3 pasang suami isteri peserta pesta swinger diamankan di Mapolda Jatim, Selasa (9/10/2018).KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL 3 pasang suami isteri peserta pesta swinger diamankan di Mapolda Jatim, Selasa (9/10/2018).

Enam pelaku telah diamankan polisi saat penggrebekan praktek "swinger" di sebuah hotel di Jalan Diponegoro, Surabanya. Mereka adalah Eko, DA, AG, RD, ARP, dan DYA.

Salah satu pelaku, Eko Hardianto (31), sekaligus penggagas acara pesta seks tersebut. menjelaskan bagaimana dirinya menjaring korban melalui akun Twitternya.

Setelah ada respon, Eko tidak serta merta langsung menggelar pesta, namun ada sejumlah syarat bagi calon peserta pesta. Salah satunya adalah membayar kepada Eko sejumlah uang untuk setiap pasangan.

Modus tersebut ternyata telah berhasil dilakukan Eko sebanyak empat kali. Eko telah ditetapkan menjadi tersangka. 

Uang dan kepuasan ragawi menjadi tujuan para pelaku. 

Baca berita selengkapnya: 4 Fakta Pesta Seks Pasutri di Surabaya, Modus Pelaku hingga Tarif

2. Kegaduhan Amien Rais menurut Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/7/2018).Reza Jurnaliston Yusril Ihza Mahendra di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, menyebut Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, membuat gaduh.

Kegaduhan berasal dari pernyataan Amien Rais soal akan membongkar kasus korupsi yang mengendap di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

"Kalau Pak Amien punya bukti kasus korupsi serahkan saja ke KPK. Jangan membuat kegaduhan di tengah suasana politik yang sedang hangat," kata Yusril seusai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Dia berharap, apa yang dikatakan Amien Rais tidak menjadi polemik baru berkepanjangan, yang berpotensi memecah belah.

Pernyataan politik di tahun politik semakin marak. 

Baca berita selengkapnya: Yusril: Kalau Pak Amien Rais Punya Bukti Korupsi, Datangi Saja KPK

3. Fakta baru gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah

Jenasah korban gempa bumi ditemukan di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Jenasah korban gempa bumi ditemukan di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.

Berdasar data masuk per 10 Oktober 2018, pukul 13.00 wib, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban gempa Donggala dan tsunami Palu menjadi 2.045 orang.

Selain itu, ketinggian tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) ternyata mencapai 11,3 meter. Untuk titik terendahnya adalah 2,2 meter.

Fakta lainnya mengungkap bagaimana proses evakuasi akan dihentikan pada hari Kamis (11/10/2018).

Usaha keras tim SAR mengevakuasi korban patut diapresiasi.

Baca berita selengkapnya: Update Korban Gempa hingga Tinggi Tsunami di Palu, Ini Faktanya

4. Kecelakaan maut truk tronton di Sibolangit

Truk tronton terlibat kecelakaan laga kambing dengan truk di Desa Sumbul Pasar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.Tribun Medan/handout Truk tronton terlibat kecelakaan laga kambing dengan truk di Desa Sumbul Pasar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kecelakaan maut antara dua truk tronton terjadi di Jalan Jamin Ginting, Desa Sumbul Pasar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Tiga orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini, salah satunya adalah sopir tronton.

Selain itu, akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di jalur Medan-Berastagi sempat lumpuh total.

"Antrean panjang, dari arah Medan sudah sampai Sembahe, dari Kabanjahe sudah sampai Panatapan. Kami imbau kepada soopir-sopir diarahkan kembali ke arah asalnya masing-masing," ungkap Faidir. 

Bagaimana kronologi kecelakaan tersebut? 

Baca Juga: Tabrakan Maut di Sibolangit, 3 Orang Tewas, Jalur Medan-Berastagi Macet

5. Tujuh pelajar diduga perkosa anak gadis di bawah umur

Tujuh remaja diduga pelaku pemerkosaan anak bawah umurKOMPAS.COM/FIRMANSYAH Tujuh remaja diduga pelaku pemerkosaan anak bawah umur

Satuan Reskrim Umum Polres Kaur Bengkulu menangkap 7 remaja berstatus pelajar karena diduga melakukan pemerkosaan terhadao seorang anak di bawah umur berinisial DA (14).

Ketujuh pelaku tersebut ditangkap enam jam setelah melakukan pemerkosaan. Ketujuh pelajar tersebut masing-masing bernama DS (17), EK (20), IS (18), GN (20), BB (19), AW (17) dan AP (16).

"Laporan ini disampaikan oleh ibu korban saat mengetahui anaknya sudah diperkosa," kata Afrizal, Selasa (9/10/2018).

Apa yang membuat tujuh remaja tersebut nekat memperkosa?

Baca berita selengkapnya: Tujuh Pelajar Perkosa Gadis Bawah Umur

Sumber:KOMPAS.com (Firmansyah, Caroline Damanik, Michael Hangga Wismabrata, Achmad Faizal)


Terkini Lainnya

Kuasa Hukum Pemohon Sesalkan Batas Waktu Tiga Tahun Perubahan UU Perkawinan

Kuasa Hukum Pemohon Sesalkan Batas Waktu Tiga Tahun Perubahan UU Perkawinan

Nasional
Timbulkan Genangan, Kabel Utilitas di Gorong-gorong Jalan Fatmawati Digunting

Timbulkan Genangan, Kabel Utilitas di Gorong-gorong Jalan Fatmawati Digunting

Megapolitan
DKI Terima Transfer ke Daerah Rp 19,4 Triliun dari Pemerintah Pusat

DKI Terima Transfer ke Daerah Rp 19,4 Triliun dari Pemerintah Pusat

Megapolitan
Bupati Pamekasan Bingung Ada Demonstrasi Berujung Minta Proyek

Bupati Pamekasan Bingung Ada Demonstrasi Berujung Minta Proyek

Regional
Korban Banjir di Kampar Riau Mengeluh Tak Dapat Bantuan

Korban Banjir di Kampar Riau Mengeluh Tak Dapat Bantuan

Regional
Dukung Jokowi-Ma'ruf , 25 Kader PAN Sumsel Akan Dilaporkan ke Polisi

Dukung Jokowi-Ma'ruf , 25 Kader PAN Sumsel Akan Dilaporkan ke Polisi

Regional
Kubu Prabowo-Sandi Merasa Sudah Unggul di Jakarta, Jabar, dan Banten

Kubu Prabowo-Sandi Merasa Sudah Unggul di Jakarta, Jabar, dan Banten

Nasional
Seorang Demonstran Rompi Kuning di Perancis Tewas Tertabrak Truk

Seorang Demonstran Rompi Kuning di Perancis Tewas Tertabrak Truk

Internasional
Gerindra DKI Pertanyakan 2.610 Penyandang Masalah Kejiwaan Masuk DPT

Gerindra DKI Pertanyakan 2.610 Penyandang Masalah Kejiwaan Masuk DPT

Megapolitan
Gangguan Sinyal di Stasiun Cakung, Perjalanan KRL Terganggu

Gangguan Sinyal di Stasiun Cakung, Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Siksa Murid Pakai Tusuk Gigi, 3 Guru TK di China Ditahan Polisi

Siksa Murid Pakai Tusuk Gigi, 3 Guru TK di China Ditahan Polisi

Internasional
Yusril Hadiri Pelatihan Direktorat Hukum Timses Jokowi

Yusril Hadiri Pelatihan Direktorat Hukum Timses Jokowi

Nasional
Perkuat Kemanan Lalu Lintas di Perbatasan, Bakamla Luncurkan 3 Kapal Patroli

Perkuat Kemanan Lalu Lintas di Perbatasan, Bakamla Luncurkan 3 Kapal Patroli

Regional
Dukungan Kader PAN Menambah Kekuatan Jokowi-Ma'ruf di Daerah

Dukungan Kader PAN Menambah Kekuatan Jokowi-Ma'ruf di Daerah

Nasional
7 Kisah Jimmy Lolos dari Tragedi di Nduga Papua, Dua Kali Tertangkap KKB hingga 16 Jam Terjebak Baku Tembak

7 Kisah Jimmy Lolos dari Tragedi di Nduga Papua, Dua Kali Tertangkap KKB hingga 16 Jam Terjebak Baku Tembak

Regional

Close Ads X