Diiming-Imingi Uang Rp 5 Ribu, 2 Bocah Jadi Korban Pencabulan

Kompas.com - 08/10/2018, 19:18 WIB
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna didampingi Kasatreskrim menunjukan barang bukti kasus pencabulan, Senin (8/10/2018) di Mapolres Garut Kompas.com/Ari Maulana KarangKapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna didampingi Kasatreskrim menunjukan barang bukti kasus pencabulan, Senin (8/10/2018) di Mapolres Garut

GARUT, KOMPAS.com - Dua orang anak berusia 13 tahun, menjadi korban pencabulan dari H (47) warga Kecamatan Cibatu.

Aksi tak senonoh H tersebut dilakukan sejak tahun 2016 lalu hingga September 2018 lalu. Orangtua korban melapor ke Polres Garut.

"Dari pengakuan pelaku, lebih dari tiga kali sejak 2016 lalu," jelas Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat melakukan ekspose kasus tersebut di Mapolres Garut.

Menurut Budi, pelaku yang belum menikah ini, melakukan bujuk rayu kepada korban dengan mengiming-imingi dengan uang senilai Rp 5 Ribu.

"Pelaku melakukan aksinya di kolam renang dan juga rumah kosong," katanya.

Pelaku dan korban sendiri, menurut Budi masih terbilang tetangga satu kampung. Dari pengakuan pelaku, aksi bejat tersebut hanya dilakukan kepada dua orang anak yang saat ini jadi korban.

"Pengakuannya hanya dua, tapi masih kami kembangkan lagi, kami buka posko pengaduan jika ada tambahan korban lainnya," jelas Budi.

Baca juga: WC Kering, Kasus Pencabulan Siswi SMP Terbongkar

Menurut Budi, pihaknya juga menurunkan psikolog untuk memeriksa kejiwaan pelaku untuk mengetahui kemungkinan adanya penyimpangan perilaku pelaku.

Apalagi, pelaku mengaku belum pernah menikah.

"Ada kemungkinan suka sama sesama jenis, tapi kami tunggu hasil pemeriksaan psikolog," katanya.

Budi mengingatkan kepada para orangtua untuk lebih berhati-hati dan mengawasi pergaulan anaknya.

Karena, kejahatan pedofilia terkadang dilakukan oleh orang terdekat yang penampilannya tidak disangka-sangka.

"Harus dicek juga pergaulan anaknya, kebiasaannya, karena penampilannya kadang rapih tapi tidak tahu didalamnya," katanya.

Budi menambahkan, pelaku akan dijerat dengan pasal 82 UU 35 tahun 2004 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal 16 tahun dengan denda paling besar Rp 5 miliar. 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X