Korban Gempa Lombok Donasikan Stroberi untuk Korban Tsunami Palu

Kompas.com - 08/10/2018, 07:11 WIB
Warga Sembalun, korban gempa Lombok, menggalang dana dan membagikan stroberi gratis ke pengunjung CFD Mataram, Minggu (7/10/2018). KOMPAS.com/KARNIA SEPTIAWarga Sembalun, korban gempa Lombok, menggalang dana dan membagikan stroberi gratis ke pengunjung CFD Mataram, Minggu (7/10/2018).

MATARAM, KOMPAS.com - Pagi itu merupakan pagi yang tidak biasa bagi warga korban gempa bumi asal Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Mereka sengaja turun dari tempat tinggalnya di lereng Gunung Rinjani untuk ikut serta meramaikan car free day di Jalan Udayana, Kota Mataram, Minggu (7/10/2018).

Sambil membawa kotak donasi, warga membawa serta hasil bumi mereka berupa sayuran, bawang merah dan buah stroberi.

Bukan untuk dijual, tetapi untuk dibagikan kepada pengunjung car free day yang berdonasi untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi.

"Silahkan dicicipi stroberinya, semua donasi yang terkumpul akan kami kirim untuk korban gempa dan tsunami Palu," kata Edi Yuono, relawan Komunitas Muslim Family Land.

Baca juga: Data Terkini Seputar Gempa dan Tsunami di Sulteng hingga 7 Oktober 2018

Gempa bumi yang meluluhlantakkan rumah dan merenggut mata pencaharian sebagian warga di Lombok beberapa waktu lalu, tak menyurutkan niat warga korban gempa di Sembalun, Lombok Timur untuk berbagi kepada korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi.

Satu pick up berisi sayuran, bawang dan buah stroberi yang merupakan sumber penghasilan terbesar warga Sembalun ikut dibawa serta.

Hasil bumi ini dikumpulkan dari warga dan dikemas, untuk kemudian dibagikan dalam rangka penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu.

"Biarpun kita kena bencana di sana tapi Alhamdulillah masyarakat kita di Sembalun bisa mengeluarkan dana untuk korban di Sulawesi," kata Wilnawadi.

Baca juga: Kisah Subaini, Penjual Es yang Tergulung Tsunami Bersama 3 Anaknya

Wilnawadi warga yang juga korban gempa mengatakan, rumahnya rusak akibat gempa magnitudo 7.0 mengguncang Lombok. Saat ini, dia dan keluarganya masih tinggal di hunian sementara (Huntara) yang terbuat dari triplek dan seng.

Meski begitu, Wilnawadi merasa terpanggil untuk ikut membantu korban gempa dan tsunami di Palu. Menurut dia, penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat Sembalun untuk ikut meringankan beban saudara-saudara di Palu.

"Alhamdulillah mulai dari tiga hari lalu kita dapat dana Rp 37 juta untuk kita donasikan," kata Wilnawadi.

Jumlah ini dikumpulkan dari warga Sembalun yang mengikuti kajian. Rencananya, Pemuda Sembalun bersama komunitas akan kembali melakukan penggalangan dana dan membagikan stroberi gratis untuk warga yang ikut berdonasi.

"Semoga Sembalun pulih dan bangkit lagi. Seperti juga di Palu, masyarakat di sana bangkit segera cepat pulih, itu harapan kita," tutup Wilnawadi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Regional
Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X