Kompas.com - 07/10/2018, 20:26 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara langsung turun tangan memadamkan lokasi kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). KOMPAS.com/ Aji YK PutraKapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara langsung turun tangan memadamkan lokasi kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan menetapkan tujuh orang tersangka atas kasus kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap memasuki kota Palembang.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, tujuh tersangka tersebut yakni dua orang dari pihak korporasi atau perusahaan dan lima orang yang merupakan warga setempat sebagai pemilik lahan.

“Tujuh tersangka ini atas kasus kebakaran hutan di OKI, Banyuasin, Ogan Ilir dan Palembang,” kata Zulkarnain, Minggu (7/10/2018).

Baca juga: Kisah Lengkap Bocah Israel yang Dipeluk Jokowi, Selamat dari Gulungan Tsunami tetapi Kehilangan Ibu

Zulkarnain mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan para pelaku, mereka nekat membakar hutan untuk membuka lahan karena memasuki musim kemarau sehingga proses pembakaran bisa berlangsung cepat tanpa adanya hujan. 

Namun, dampak dari kebakaran hutan itu sendiri justru menyebabkan bencana kabut asap sehingga kondisi udara menjadi tidak sehat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ketika memasuki musim hujan para pelaku mengaku bisa langsung bercocok tanam. Tapi jelas membuka lahan dengan cara membakar salah. Kami terus monitor perkembangan kebakaran hutan di Sumsel,” ujarnya.

Baca juga: Viral, Wali Kota Prabumulih Nyaris Adu Jotos dengan Asisten III

Upaya pemadaman kebakaran hutan di Ogan Ilir, OKI, Banyuasin serta daerah lain, menurut Zulkarnain masih terus berlangsung hingga hari ini.

Pihak Kepolisian pun sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar juga terus digencarkan.

“Untuk lahan yang terbakar sudah dipasang garis polisi dan dilakukan penyelidikan. Setelah itu baru akan dicari siapa  pemilik lahan yang terbakar. Dengan penekanan ini diharapkan memberikan efek jera kepada pembakar hutan. Karena, prilaku pembakaran hutan dan lahan itu dilarang berdasarkan Undang-undang,” ungkap dia.

Baca juga: Detik-detik Arif Selamat dari Hotel Roa Roa yang Ambruk, Suasana Gelap dan Suara Minta Tolong

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Iriansyah menjelaskan, sejauh ini Sumsel sedang dilanda musim kemarau hingga menyebabkan titik api terus mengalami peningkatan terutama daerah Kabupaten OKI, Ogan Ilir dan Banyuasin.

"Kondisi ini diperkirakan akan terus terjadi hingga akhir November mendatang. Sehingga kita terus berupaya mengantisipasi dengan waterboombing dan satgas karhutla dari darat,” tuturnya.

Seluruh kepala daerah setempat pun diminta Iriansyah untuk turut menjaga wilayah mereka masing-masing agar tidak terjadi kebakaran lahan.

“Enam helikopter sudah dioperasikan kembali, kepala daerah wilayah rawan kebakaran juga harus ikut andil dan menjaga wilayah mereka,” imbuhnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.