Kompas.com - 07/10/2018, 08:05 WIB
Warga korban gempa bumi menyelamatkan barang berharga yang masih bisa digunakan di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Petobo menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa karena dilalui sesar Palu Koro. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWarga korban gempa bumi menyelamatkan barang berharga yang masih bisa digunakan di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). Petobo menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa karena dilalui sesar Palu Koro.

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan akan memberi beasiswa kepada para mahasiswa asal Palu, Sulawesi Tengah, yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami untuk tetap melanjutkan studinya.

Namun, jumlah beasiswa yang disediakan menunggu hasil pendataan.

"Palu-Donggala ini belum tersentuh, tapi kami sudah sediakan beasiswa," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir saat di Semarang, Sabtu (6/10/2018) sore.

Nasir menjelaskan, pihak Kemenristek saat ini baru melakukan proses pendataan terlebih dulu mereka yang terkena dampak bencana.

Baca juga: Pemerintah Siapkan 40 Tenda Darurat untuk Kuliah di Palu

Hal itu dilakukan karena situasi di Palu saat ini masih tanggap darurat bencana dan masa evakuasi.

"Kami belum tahu berapa jumlah yang menjadi korban, berapa yang terdampak, baik mahasiswa, dosen atau pegawai. Yang korban pasti ada, bahkan satu keluarga dosen hilang belum diketahui," ujarnya.

Di Palu, Nasir menyebut ada sekitar enam bangunan kampus yang mengalami rusak berat. Gedung-gedung akan dibangun ulang dan diperkirakan selesai pada 2019.

Sembari menunggu pembangunan, disiapkan 40 tenda darurat sebagai ruang pembelajaran untuk mengganti bangunan gedung yang roboh.

Nasir menambahkan, untuk pembelajaran bagi mahasiswa di Palu telah dirancang berbagai skema. Salah satunya belajar di kampus negeri lain di berbagai wilayah Indonesia.

Opsi lain, yaitu dengan tetap menggelar kuliah daring di Palu dengan bantuan dari kampus besar di negeri ini.

Opsi terakhir, yaitu kredit transfer semester di kampus lain, namun tetap berstatus kampus yang lama.

"SPP juga saya minta dibantu, ternyata oleh rektor perguruan tinggi negeri banyak dibebaskan, kami akan tambah biaya hidupnya," tambahnya.

Beasiswa untuk korban bencana akan disamakan seperti di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Para mahasiswa akan diberi beasiswa baik yang kuliah di Palu atau di luar Palu.

"Seperti dampak gempa di Lombok kami sediakan 4.000 beasiswa. Nanti semua diberi baik yang kuliah di palu dan non Palu," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X