Kompas.com - 04/10/2018, 13:43 WIB
Anggota PMI memberikan layanan kesehatan untuk pengungsi di Palu. PMI/ Arifin Muhammad HadiAnggota PMI memberikan layanan kesehatan untuk pengungsi di Palu.

KOMPAS.com - Operasi pemulihan pasca-bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan wilayah lainnya di Sulawesi Tengah tengah berlangsung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh para korban di lokasi gempa.

Baca juga: Bayi-bayi Perkasa di Tengah Pengungsi Gempa, Tersenyum di Tengah Petaka

Berikut ini adalah daftar kebutuhan yang didata oleh BNPB dan disampaikan pada Rabu (3/10/2018) siang: 

1. BBM, solar, premium
2. Makanan untuk pengungsi dan personel: mie cup, biskuit, roti kering, susu, abon, kornet, dendeng, minyak goreng, bumbu dapur, kopi, susu, gula, makanan bayi dan anak
3. Air minum, Air bersih, dan tangki air
4. Rumah sakit lapangan
• Obat-obatan: bethadine, alkohol pembersih luka, P3K, obat batuk, obat paracetamol.
• Kain kafan
• Kantung mayat
• Ambulans darurat
• Tandu
• Alat bantu disabilitas: kursi roda dan kreuk
• Tenaga medis

Baca juga: Wiranto: Korban Luka Berat, Segera Angkat ke Makassar

5. Tenda pengungsi, terpal, veltbed, selimut, alat penerangan, genset
6. Perlengkapan sekolah: seragam, alat tulis, sepatu, kaus kaki
7. Pakaian: balita, anak sekolah, dewasa, sarung
8. Alat makan
9. Alat mandi
10. Perlengkapan shalat
11. Family kit
12. Sanitasi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Wiranto, Kamis (4/10/2018), menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah mengatur masuknya bantuan dari negara lain untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Petaka di Petobo, Aspal seperti Gelombang dan Lumpur Keluar dari Perut Bumi, seperti Mau Kiamat

Alat transportasi berupa helikopter cukup dari sisi jumlah sehingga distribusi bantuan diyakini bisa segera sampai ke para korban bahkan di daerah terpencil sekali pun.

"Makanan dan minuman harus cukup. Tenda akan kami kirim. Saya minta segera distribusi makanan dan minuman. Saya minta semua tempat pengungsian cukup makanan dan minuman," tuturnya, Kamis.

Saat ini, lanjut Wiranto, paling tidak 4 heli TNI, 2 milik BNPB dan 1 milik Basarnas yang bisa dipakai untuk mendistribusikan logistik ke daerah-daerah terpencil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.