Caci Maki Pelanggan, Seorang "Driver" Go-Jek Dipecat

Kompas.com - 25/09/2018, 20:56 WIB
Logo Go-Jek di jaket salah satu driver atau pengendara.KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA Logo Go-Jek di jaket salah satu driver atau pengendara.

BATAM, KOMPAS.com - Nevi, salah seorang pelanggan ojek online di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengaku dicaci maki sopir Go-Jek melalui pesan singkat.

Bahasa yang disampaikanya pun sangat kasar dan mengandung pelecehan seksual. Nevi dicaci maki driver Go-Jek karena membatalkan pesanan.

"Pas saya baca, benar-benar kaget saya. Kok ada manusia yang ucapannya lebih hina dari binatang," kata Nevi, Selasa (25/9/2018).

Nevi menceritakan, kejadian ini berawal saat dirinya hendak mengirimkan dokuman milik temannya di kawasan Batam Centre.


Karena dokumen itu harus segera dikirimkan ke temannya untuk dikirim ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), sehingga ia mencari ojek online yang cepat merespons.

"Saat pesan pertama saya mendapatkan si driver ini, namun karena lama akhirnya saya mencari driver lain, dan hal itu lebih kurang tiga kali saya mengganti driver karena lambatnya merespons. Hingga akhirnya driver keempat pesanan saya itu berhasil dikirimkan," jelas Nevi.

"Namun tanpa disangka-sangka driver pertama malah mengirimkan cacian kepada saya. Tidak hanya sekali, cacian itu dikirimkan melalui pesan singkat lebih kurang 4 kali," kata Nevi menambahkan.

Baca juga: Go-Jek Resmi Hadir di Kota Palopo

Nevi menilai, kalau driver gojek tersebut baik dan bermoral, seharusnya memaklumi jika ada pelanggan membatalkan pesanan karena lambat merespons.

"Sang pelanggan memilih ojek online pasti karena ingin memaksimalkan waktu sebaik mungkin. Kalau harus menunggu lama, apa bedanya ojek online dengan transportasi lain pada umumnya. Dan, tidak perlu mencaci maki pelanggannya karena melakukan cancel," terang Nevi.

Nevi berharap ke depan manajemen Go-Jek lebih profesional dalam merekrut mitranya, karena bagaimanapun driver yang ada di lapangan mencerminkan baik buruknya perusahaan Go-jek itu sendiri.

Menanggapi keluhan pelanggan, Qori, bagian Oprasional Go-Jek Batam kepada Kompas.com mengaku tidak bisa berkomentar banyak atas apa yang dilakukan driver Go-Jek di lapangan. Qori beralasan tidak kompeten untuk memberikan pernyataan.

"Maaf saya tidak bisa memberikan statement dari kasus ini, sebab aturan di Go-Jek yang bisa menanggapi kasus ini hanya public relations Go-Jek yang ada di kantor pusat," kata Qori.

Namun begitu, Qori mengatakan, pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas terhadap mitranya yang sudah melakukan perbuatan tidak terpuji dengan diberhentikan.

"Secepatnya si Driver akan kami berhentikan beserta seluruh atribut yang berkaitan dengan gojek juga akan ditarik. Tapi kalau ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut, teman-teman media bisa menghubungi public relations Go-Jek di pusat melalui email publicrelations@go-jek.com, karena kapasitas menjawab memang bagian public relations yang ada di kantor pusat," jelasnya.

Baca juga: Tidak Diterima Di-suspend, Ratusan Driver Go-Car Geruduk Kantor Go-Jek

Qori juga mempersilakan si pelanggan untuk mengambil tindakan hukum jika memang merasa dirugikan karena hal itu sepenuhnya hak dari pelanggan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X