Risma Minta Warga Surabaya Kurangi Penggunaan Botol dan Sedotan Plastik - Kompas.com

Risma Minta Warga Surabaya Kurangi Penggunaan Botol dan Sedotan Plastik

Kompas.com - 21/09/2018, 20:52 WIB
Wali Kota Surabaya Tri RismahariniKOMPAS.com/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta kepada warga Surabaya untuk mulai mengurangi penggunaan botol dan sedotan plastik.

Risma menilai, pengendalian sampah plastik cukup penting untuk dilakukan secara bersama-sama. Sebab, baik botol maupun sedotan plastik, kata Risma, seringkali menyebabkan terjadinya penyumbatan saluran dan rumah pompa yang bisa mengakibatkan banjir.

Permintaan Risma tersebut juga ia sampaikan di hadapan ratusan siswa sekolah dasar (SD), saat meluncurkan gerakan peduli lingkungan hidup sekolah atau Surabaya Eco School 2018, di Graha Sawunggaling, Jumat (21/9/2018).

Risma menganjurkan agar warga Surabaya bersedia menanam tanaman sivera yang mampu menyerap racun atau polusi udara terbesar di antara tanaman lain.

Gerakan menanam kebaikan, imbuh Risma, sudah harus dilakukan bersama agar lingkungan di Surabaya tetap sehat.

"Ini bukan untuk gaya-gayaan, tapi saya ingin warga Surabaya sehat. Karena ini nanti juga untuk anak cucu kita ke depannya," kata Risma.

Baca juga: Risma: Surabaya Sudah Seperti Belanda, Jadi Kita Harus Cegah Banjir

Selain itu, Risma meminta warga Surabaya dan sekolah-sekolah di Kota Pahlawan mampu mengendalikan sampah dengan baik.

"Kenapa saya terapkan pembayaran Bus Suroboyo dengan botol plastik, bukan dengan uang, karena untuk menekan sampah plastik di masyarakat,” terang Risma.

Aktivis Lingkungan sekaligus Ketua Senior Tunas Hijau, Mochamad Zamroni menilai, persoalan sampah plastik adalah masalah global. Pemerintah dan masyarakat harus melakukan sinergi yang positif untuk mengendalikan sampah plastik.

"Caranya dengan membentuk, melaksanakan dan mengolah sampah secara mandiri dan berkelanjutan," papar Zamroni.

Zamroni mencontohkan, gerakan yang dibangun melalui Surabaya Eco School 2018 terdapat larangan yang mengatur penggunaan sedotan plastik minuman dan makanan dalam kemasan sekali pakai.

Baca juga: Ketika Risma Bakar Semangat Arek-arek Suroboyo...

Oleh karena itu, sambung Zamroni, pihaknya meminta warga sekolah mengganti botol plastik dengan botol yang bisa digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, memisahkan sampah organik dengan menampung di komposter sekolah.

"Akan ada apresiasi bagi warga sekolah yang sudah melakukan aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, baik di sekolah maupun di rumahnya,” kata Zamroni kemudian.



Close Ads X