Pembukaan Festival Pesona Danau Limboto Berlangsung di Atas Danau

Kompas.com - 20/09/2018, 20:58 WIB
Atraksi seni budaya dalam pembukaan Festival Pesona Danau Limboto. Panggung ini berada di atas permukaan danau. KOMPAS.com/ROSYID AZHARAtraksi seni budaya dalam pembukaan Festival Pesona Danau Limboto. Panggung ini berada di atas permukaan danau.

GORONTALO, KOMPAS.com – Kisah perang 200 tahun antara kerajaan Limutu (Limboto) dan Hulontalo ( Gorontalo) dalam tarian yang apik menjadi suguhan awal pembukaan Festival Pesona Danau Limboto.

Perang panjang yang melelahkan ini berakhir dengan perjanjian antara yang digagas Raja Popa dari Limboto dan Raja Eyato dari Gorontalo.

Dalam perjanjian ini, kedua raja menautkan cincin kerajaan emas dan dilemparkan ke Danau Limboto. Saat itulah peperangan kedua kerajaan berakhir.

Kisah ini ditampilkan dalam gerak tari yang dibawakan puluhan kaum muda yang disorot tata lampu yang memukau.

Baca juga: Festival Pesona Saronde Promosikan Pulau Eksotik dan Wisata Bahari

Tarian tersebut dipentaskan di panggung yang berada di atas permukaan Danau Limboto. Hal ini menarik perhatian ribuan penonton yang memadati tanggul danau.

Latar belakang panggung berbentuk Paluwala atau mahkota raja menjadi fokus perhatian yang menyedot perhatian pengunjung.

Selain tari Popa-Eyato, juga disuguhkan tidi lo bituo, mailadungga, biteya dan Saronde.

“Festival Danau Limboto adalah momentum yang tepat untuk mengembangkan pariwisata Kabupaten Gorontalo,” kata Nelson Pomalingo, Bupati Gorontalo saat membuka festival, Kamis (20/9/2018).

Festival Pesona Danau Limboto berlangsung hingga 25 September dengan menggelar berbagai kegiatan seperti kuliner khas daerah, fun bike, dulamayo adventure, color run, pameran, lomba foto dan video hingga simposium tentang Danau Limboto.

Baca juga: PT KAI Gelar Festival Ngopi Bareng, 50.000 Gelas Dibagikan di 15 Stasiun

Sejumlah kegiatan tersebut tidak difokuskan dalam satu lokasi. Namun digelar di beberapa titik obyek wisata dengan tujuan untuk mempercepat pengembangan  obyek wisata tersebut.

“Kami berharap dengan festival ini dapat meningkatkan  kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara,” kata Hen Restu, Ketua Panitia Festival.

Kabupaten Gorontalo memiliki kekayaan hayati, alam yang masih perawan, laut yang menawan, kebudayaan dan keterbukaan masyarakatnya.

“Tariannya sangat bagus,” kata Stefanny, wisatawan asal Jerman yang menonton pembukaan festival ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X