4 Fakta Sandiaga saat Bertemu Warga, Diajak "Selfie" hingga Diminta "Berkaca" - Kompas.com

4 Fakta Sandiaga saat Bertemu Warga, Diajak "Selfie" hingga Diminta "Berkaca"

Kompas.com - 14/09/2018, 06:30 WIB
Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri coffee morning bersama bakal calon legislatif dari partai koalisi di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Rabu (12/9/2018)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri coffee morning bersama bakal calon legislatif dari partai koalisi di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Rabu (12/9/2018)

KOMPAS.com — Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno saat ini sedang gencar bertemu masyarakat di sejumlah daerah.

Cerita pertemuan antara Sandiaga dengan masyarakat pun terpantau oleh Kompas.com. Salah satunya saat Sandiaga ditanya status oleh emak-emak di Pondok Pesantre TPI Nuruh Huda, Kota Malang, Jawa Timur.

Selain itu, Sandiaga juga diminta "berkaca" oleh Ridwan Kamil ketika kedua tokoh tersebut saling sindir.

Berikut sejumlah fakta tentang Sandiaga Uno ketika berinteraksi dengan warga.

1. Saat Sandiaga ditanya status Prabowo Subianto

Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menari bersama seniman saat mengunjungi Kampung Budaya Topeng Malangan Polowijen, Malang, Jawa Timur, Rabu (12/9). Sandiaga menyatakan dukungannya terhadap upaya kreatif masyarakat Polowijen untuk melestarikan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian melalui pasar budaya di kawasan tersebut.ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menari bersama seniman saat mengunjungi Kampung Budaya Topeng Malangan Polowijen, Malang, Jawa Timur, Rabu (12/9). Sandiaga menyatakan dukungannya terhadap upaya kreatif masyarakat Polowijen untuk melestarikan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian melalui pasar budaya di kawasan tersebut.

Sandiaga mungkin tidak menyangka akan mendapat pertanyaan terkait status Prabowo Subianto saat berkunjung ke Pondok Pesantren TPI Nurul Huda di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Rabu (12/9/2018).

Pertanyaan terkait status duda Prabowo Subianto dilontarkan oleh seorang ibu yang hadir di acara tersebut.

"Yang kita tahu itu Pak Prabowo itu sendirian. Itu menjadi guyonan (bercandaan). Lho, wong mimpin keluarga, rumah tangga tidak berhasil kok mau mimpin negara?" kata salah seorang ibu yang mengaku bernama Sri.

Sandiaga pun menjawabnya dengan bercanda.

"Emang minat jadi calonnya Pak Prabowo. Hayoo, siapa yang minat angkat tangan. Mana yang jomblo angkat tangan. Nggak ada yang jomnlo nih satu pun juga. Nih jomblo nih," katanya disambut gelak tawa para ibu-ibu yang hadir.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga bakal calon presiden Prabowo Subianto berstatus duda karena bercerai dengan istrinya, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.

Baca Juga: Ketua MPR Minta Rakyat Mencontoh Jokowi dan Prabowo

2. Pedagang pasar: "Wah, Pak Sandiaga Uno Ganteng yoo"

Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri coffe morning bersama bakal calon legislatif dari partai koalisi di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Rabu (12/9/2018)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri coffe morning bersama bakal calon legislatif dari partai koalisi di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Rabu (12/9/2018)

Saat mengunjungi Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Kamis (30/8/2018), Sandiaga Uno mendapat sambutan hangat dari para pedagang.

Para pedagang pasar segera mengabadikan kedatangan Sandiaga dan berebut meminta foto bersama. Dengan ramah, Sandiaga Uno meladeni satu per satu pedagang yang meminta foto dengannya.

Beberapa pedagang yang berada di lantai dua turun di tangga dan melihat Sandiaga Uno dari atas.

Mereka bersama-sama melambaikan tangan kepada Sandiaga Uno. Melihat itu, Sandiaga Uno menyapa balik dengan senyuman dan melambaikan tangan dan melempar "kecupan" kepada para pedagang di lantai dua.

"Wah Pak Sandiaga Uno, ganteng yoooo, koyo artis (Wah Pak Sandiaga Uno, ganteng yaaa, seperti artis)," celetuk salah satu pedagang.

Baca Juga: Sandiaga Jadikan OK OCE Sebagai Program Khusus Hadapi Pilpres 2019

3. Sandiaga diminta "berkaca"

Sandiaga Uno bepose di samping foto Jokowi usai memangkas rambutnya di Pangkas Rambut Ko TangKompas.com/Rakhmat Nur Hakim Sandiaga Uno bepose di samping foto Jokowi usai memangkas rambutnya di Pangkas Rambut Ko Tang

Sindiran Sandiaga Uno terkait kegiatan sejumlah gubernur di Indonesia yang terlalu fokus dengan Pemilihan Presiden 2019 mendapat balasan. Salah satunya datang dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Pak Sandiaga Uno yang terhormat tolong sebelum memberikan statement berkaca pada pengalaman pribadi. Pada 2018, dia datang ke Jawa Tengah menjadi jurkam Sudirman Said, datang ke Priangan jadi jurkam pasangan Asyik. (Saat itu), beliau dalam kapasitas wakil gubernur, dalam kapasitas wakil publik," kata Emil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (12/9/2018).

Sandiaga pun akhirnya meminta maaf kepada Kang Emil terkait pernyataannya tersebut.

Baca Juga: 5 Berita Terpopuler Nusantara, Ucapan Selamat Sandiaga hingga Rahasia Akrobat Jokowi

4. Sandiaga Uno meminta maaf kepada Kang Emil

Sandiaga Uno saat menghadiri uji coba interent berbasis 5G dari XL Axiata di Taman Fatahillah, Jakarta Barat pada Senin (20/8/2018).RIMA WAHYUNINGRUM Sandiaga Uno saat menghadiri uji coba interent berbasis 5G dari XL Axiata di Taman Fatahillah, Jakarta Barat pada Senin (20/8/2018).

Terkait pernyataannya tentang kepala daerah di seluruh Indonesia diharapkan fokus untuk membangun daerah dan tidak fokus pada Pilpres 2019, Sandiaga mendapat sindiran.

Salah satu sindiran datang dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Melihat itu, Sandiaga pun meminta maaf.

“Terkait pernyataan sahabat saya Pak Ridwan Kamil, saya ucapkan terima kasih dan saya tidak bermaksud saling menjatuhkan. Saya mohon maaf apabila beliau merasa (komentar) itu ditujukan untuk beliau,” ujar Sandi saat ditemui di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/9/2018).

“Saya ingin menegaskan bahwa pernyataan saya khusus buat koalisi Prabowo-Sandi. Jadi kebijakan kami adalah kami tidak ingin kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih tersangkut atau tertarik ke putaran pilpres,” katanya.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Pak Sandiaga yang Terhormat, Tolong Berkaca Sebelum Beri "Statement"...

Sumber (KOMPAS.com: Putra Prima Perdana, Wijaya Kusuma, Andi Hartik)



Close Ads X