Jokowi Ingin Rumah untuk Korban di Lombok Tahan Gempa

Kompas.com - 29/08/2018, 16:30 WIB
Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke Yogyakarta menyempatkan diri mengunjungi proyek dana desa pembangunan saluran irigasi tersier di Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman Rabu (29/8/2018) Kompas.com/Markus YuwonoPresiden Joko Widodo saat kunjungan ke Yogyakarta menyempatkan diri mengunjungi proyek dana desa pembangunan saluran irigasi tersier di Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman Rabu (29/8/2018)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meringankan beban dan mempercepat pemulihan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden RI Joko Widodo berencana mengunjungi kembali korban gempa bumi.

"Ini kami ya kalau tidak Sabtu (atau) Minggu ini akan ke NTB," kata Jokowi seusai meninjau pembangunan saluran irigasi di Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta, Rabu (29/8/2018).

Baca juga: 5 Fakta Terbaru Gempa Lombok, Kerugian Rp 8,8 Triliun hingga Kekurangan Air Bersih

Dia ingin memastikan bahwa pemulihan pasca-gempa sudah tertangani. Pihaknya menargetkan enam bulan selesai.

"Kami pengennya semuanya secepat-cepatnya (recovery). Saya berikan target, misalnya kayak infrastruktur itu enam bulan bisa diselesaikan. Kemudian pembagian bantuan ke masyarakat itu secepat-cepatnya terus diberikan," katanya.

Jokowi berharap, pemulihan yang baik bisa mengembalikan geliat perekonomian warga.

"Sehingga selain memberikan dampak ekonomi menjadi hidup kembali, juga semangat masyarakat untuk membangun kembali rumahnya. Tapi pembangunan rumah nanti akan kami arahkan betul," ujarnya.

Baca juga: Jokowi Tiba-tiba Inspeksi Proyek Dana Desa di Yogyakarta, Ini Komentarnya

Pemerintah, lanjut dia, melalui Kementerian PUPR akan memberikan pendampingan ke warga Lombok yang rumahnya rusak akibat gempa. Nantinya pemerintah akan membangun tahan gempa.

"Agar yang dibangun adalah rumah-rumah yang tahan gempa dengan sistem RISHA (rumah instan sederhana sehat), ada pendampingan. Itu nanti yang saya yang ke sana, Insyaallah kalau enggak Sabtu, Minggu ini," pungkasnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Regional
LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

Regional
Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Regional
PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

Regional
16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani 'Rapid Test'

16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa 'Nyambi' Kerja

Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa "Nyambi" Kerja

Regional
Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X