5 Fakta Terbaru Gempa Lombok, Kerugian Rp 8,8 Triliun hingga Kekurangan Air Bersih

Kompas.com - 28/08/2018, 16:46 WIB
Salah satu tenda pengungsian korban gempa di Gunung Sari, Lombok. Foto diambil pada Senin (20/8/2018).  KOMPAS.com/JESSI CARINA Salah satu tenda pengungsian korban gempa di Gunung Sari, Lombok. Foto diambil pada Senin (20/8/2018).

KOMPAS.com - Sebanyak 17.400 rumah di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terverifikasi mengalami kerusakan pasca- gempa. Kerugian sementara yang terhitung hingga saat ini adalah Rp 8,8 triliun.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB membantah ada instruksi bagi para pengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Sejumlah fakta-fakta terbaru terkait gempa Lombok terangkum sebagai berikut:

 

1. Kerugian sementara Rp 8,8 triliun

Menko PMK Puan Maharani bersama 3 Menko lainnya usai rapat Rekonstruksi dan Rehabilitasi Provinsi NTB Pasca Gempa di Kantor Wapres, Senin (27/8).
DOK Kemenko PMK Menko PMK Puan Maharani bersama 3 Menko lainnya usai rapat Rekonstruksi dan Rehabilitasi Provinsi NTB Pasca Gempa di Kantor Wapres, Senin (27/8).

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) memprediksi kerusakan dan kerugian mencapai Rp 7,45 triliun. Namun, data terakhir menunjukkan kerugian sementara mencapai Rp 8,8 triliun.

Berdasar data dari BNPB, rincian kerugian tersebut adalah sebagai berikut: 125.744 unit rumah rusak, terdiri atas rusak berat 74.354 unit dan rusak ringan 51.390 unit.

Infrastruktur yang rusak terdapat 174 unit, terdiri atas jembatan (18 unit), jalan (153 ruas), dan tanggul (3 unit).

Untuk sarana pendidikan yang rusak sebanyak 635 unit, terdiri atas PAUD (73 unit), SD (294 unit), SMP (93 unit), SMA dan SMK (44 unit), madrasah (104 unit), pesantren (23 unit), dan perguruan tinggi (4 unit).

Sebanyak 99 sarana kesehatan rusak, antara lain rumah sakit (3 unit), puskesmas (30 unit) pustu (64 unit) dan posyandu (2 unit).

Tempat ibadah yang rusak terdapat 789 unit, terdiri atas masjid (349 unit), mushola/langgar (333 unit), gereja (27 unit), vihara (28 unit) pura/pelinggih (52 unit).

Gedung pemerintahan dan swasta yang rusak terdapat 147 unit. Untuk sektor perekonomian dan perdagangan yang terdampak terdapat 1.941 unit terdiri atas kios/toko (1.836 unit), hotel/penginapan (92 unit), pasar tradisional (13 unit).

Baca Juga: Viral 3 Oknum Polisi Naiki Bangkai Hiu Raksasa, Polda DIY Minta Maaf

 


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X