"Skimming" ATM di Karimun, 2 WN Malaysia Ditangkap

Kompas.com - 19/08/2018, 20:45 WIB
Waka Polres Karimun Kompol Agung Gima didampingi Kasat Reskrimnya AKP Lulik Febyantara menunjukan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan kedua pelaku skimming yang melibatkan warga negara Malaysia DOK POLRES KARIMUNWaka Polres Karimun Kompol Agung Gima didampingi Kasat Reskrimnya AKP Lulik Febyantara menunjukan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan kedua pelaku skimming yang melibatkan warga negara Malaysia

KARIMUN, KOMPAS.com - Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia Tan Yeh Yong dan Yeap Eng Wei, digelandang ke Polres Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (19/8/2018).

Keduanya diamankan karena terbukti melakukan perampokan uang mesin ATM milik Bank BNI Cabang Karimun dengan cara skimming.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara kepada Kompas.com membenarkan pengungkapan kasus skimming mesin ATM yang melibatkan warga asing.

Lulik mengaku kedua warga Malaysia ini diamankan di Hotel Aston, Minggu (19/8/2018) dini hari tadi.

"Penangkapan ini terbukti setelah diketahui pelaku kembali melakukan aksinya di Karimum. Anggota juga mendapat informasi keberadaan pelaku," kata Lulik.

Baca juga: Skimming, Pembobolan Kartu Kredit, dan Rentannya Data Nasabah Bocor...

"Dan saat itulah anggota melakukan koordinasi dengan pihak BNI untuk mengetahui ATM mana saja yang diduga menjadi sasaran pelaku, dan akhirnya berhasil meringkus keduanya," kata Lulik menambahkan.

Usai mengamankan pelaku, anggota Satreskrim Polres Karimun langsung menggeledah dua kamar yang disewa kedua pelaku.

Dari penggeledahan ini, personel Satreskrim Polres Karimun berhasil menemukan sejumlah barang bukti hasil transaksi tarik tunai yang dilakukan keduanya secara bergantian.

"Barang bukti yang disita diantaranya blank card yang digunakan pelaku untuk meng-copy data sejumlah nasabah yang melakukan transaksi di ATM Bank BNI yang ada di Karimun," jelasnya.

Baca juga: Terungkapnya Tiga Kasus Skimming oleh WNA Berkat Sekuriti Bank

Keduanya juga mengaku baru pertama kali melakukan hal ini dengan cara skimming.

"Pengakuan mereka skimming ini sangat mudah dilakukan terhadap nasabah Bank BNI di Indonesia," kata Lulik menirukan pengakuan pelaku.

Namun demikian, Lulik mengaku masih terus mengembangkan kasus ini. Ia yakin pelaku merupakan jaringan internasional yang kerap menguras uang yang ada di mesin ATM dengan cara skimming.

"Itu hanya pengakuan pelaku, yang jelas kami terus memeriksa dan mengembangkan kasus ini," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Alumnus S2 UGM Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hemat Pupuk dan Irit Air

Cerita Alumnus S2 UGM Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Media Tanam Hemat Pupuk dan Irit Air

Regional
Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Regional
Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X